Kecelakaan Kerja, Pondasi Sekolah Ambruk Satu Pekerja Meninggal Dunia

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Kecelakaan kerja kembali terjadi di Jombang, Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Wonosalam. Paeran (50), seorang pekerja bangunan asal Dusun Pucangrejo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, harus menghembuskan nafas terakhirnya, usai tertimpa bangunan pondasi bangunan SMKN 1 Wonosalam saat bekerja.

Meski sempat dilarikan ke Puskesmas setempat, namun sayang nyawa Paeran tidak tertolong. Peristiwa tragis tersebut, bermula saat Paeran bersama rekan-rekanya bekerja di proyek pembangunan gedung baru di SMKN 1 Wonosalam.

“Saat itu korban menggali pondasi baru, namun karena letaknya berdekatan, pondasi gedung sekolah yang lama longsor dan menimpanya,” kata Kapolsek Wonosalam, AKP Sugeng, pada sejumlah jurnalis, saat ditemui di kantornya, Sabtu (11/8/2018).

Masih menurut Sugeng, mengetahui Paeran tertimbun material longsoran, rekan-rekan korban, bersama dengan sejumlah guru yang ada dilokasi kejadian, langsung melakukan evakuasi, dan selanjutnya korban di bawa ke Pusekemas setempat.

“Korban yang tertimpa bekas pondasi bangungan lama mengenai dada dan kaki korban, selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Wonosalam dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar Sugeng.

Dari hasil pemeriksaan Polisi terhadap sejumlah pekerja, diketahui bahwa saat itu korban bersama-sama rekannya sedang melakukan penggalian, dan tanpa disengaja secara tiba-tiba, pondasi banguna gedung sekolah yang lama ambruk, dan menimpa korban.

“Dari pemeriksaan saksi Harmoko dan Ronto yang saat itu bersama korban, saat melakukan pengalian tanah untuk pembuatan pondasi bangunan, kemudian tebing pondasi bangunan kelas lokal lama mengalami longsor. Selanjutnya kedua saksi dapat menyelamatkan diri tetapi korban tidak bisa menyelamatkan diri, dan pondasi bangunan lama tersebut menimpa korban,” tegas Sugeng.
Karena tidak ada unsur kesengajaan, dan kejadian ini dianggap musibah dalam kecelakaan kerja. Jasad korban, selanjutnya dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan di pemakaman umum Desa setempat.

“Keluarga korban memohon kepada pihak Kepolisian, agar perkara yang menimpah korban, bisa diselesaikan secara kekeluargaan, dan memohon agar jenazah korban segera dibawah pulang untuk disucikan selanjutnya dimakamkan,” tukas Sugeng.(elo)