Jumlah TPS di Jombang pada Pemilu 2019, Dipastikan Naik Hampir 100%

Komisioner KPU Jombang, A.W. Burhan A., saat ditemui sejumlah jurnalis, usai rapat pleno penetapan DPT Pemilu 2019

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Pada pemilihan umum (Pemilu) 2019 nanti, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Jombang, dipastikan naik 100%. Dari 2.147 TPS pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) kemarin, naik menjadi 4.295 TPS.
Hal ini dikarenakan adanya aturan dari KPU yang mengharuskan, jumlah pemilih di masing-masing TPS, maksimal 300 orang pemilih.

“Sesuai dengan aturan yang ada, jumlah pemilih kita per TPS, maksimal 300 pemilih. Yang artinya itu menjadikan jumlah TPS kita bertambah. Dari 2.147 di pilkada 2018, menjadi 4.295, hampir 100% kenaikannya,” ujar Burhan pada sejumlah jurnalis, Selasa (21/8/2018).

Kenaikan jumlah TPS tersebut, tentu akan berdampak pada naiknya jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), di masing-masing Desa. Tentu, hal ini dapat menjadi kendala bagi KPU, dalam mencari anggota KPPS yang baru.

“Yang kita antisipasi adalah terkait dengan SDM nya (red : KPPS). Apalagi di pilkada kemarin ada beberapa Desa yang mengeluh terkait kurangnya SDM. Selain itu ada ketentuan yang mengatur bahwa penyelenggara pemilu tidak boleh dua periode, nah ini yang menjadi kendala kita,” papar Burhan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut Burhan, pihak KPU akan menyiapkan kebutuhan KPPS. Termasuk dengan berkordinasi pada pihak Kecamatan, untuk bisa mencarikan SDM yang nantinya dijadikan KPPS.

“Dalam waktu beberapa bulan kedepan kita harus menyiapkan hal itu. Dalam setiap kita berkunjung ke kecamatan kita sampaikan pada Pak Camat, Bu Camat, mengenai potensi kesulitan kita, agar steakholder juga bisa membantu kita terkait dengan SDM KPPS di tingkat bawah,” tukas Burhan. (elo)