Dua Calon Haji Plus Asal Lamongan Terlantar di Jakarta, Diduga Tertipu Agen Perjalanan Haji

Kastona bersama Agus Haryanto menunjukkan bukti laporan ke Polisi beserta barang-barang bukti lainnya. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Rasa kecewa yang sangat mendalam dirasakan Kastona (67), warga Desa Kawistolegi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan calon jama’ah haji plus yang gagal berangkat karena diduga ditipu oleh travel PT Kml.

Kastona tidak sendirian, dia bersama Jimani (73), warga Desa Blumbang, Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan dan belasan orang lain dari beberapa kabupaten di Wilayah Jawa Timur diduga terlunta-lunta bahkan gagal berangkat.

Mereka berdua hampir empat hari terlantar di Jakarta sebelum dijemput oleh keluarganya. Agus Haryanto (39), anak Kastona mendampingi ibunya saat Kanalindonesia.com menyambangi ke rumahnya mengatakan kepercayaannya memberangkatkan ibunya lewat PT Kml karena orang-orang yang ada di lingkaran PT Kml adalah orang-orang yang paham tentang agama terutama haji dan umrah. Apalagi pemilik PT Kml, NF juga terkenal sebagai istri sirih seorang profesor ahli dalam bidang agama dan juga sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi.

“Ibu saya kleleran (terlantar) di Jakarta mas, waktu itu saya juga tidak dikasih tahu alasannya gak jadi berangkat,” kata Agus.

Bahkan Agus sempat was-was ketika hampir seharian HP ibunya tidak bisa dihubungi karena disita oleh NF. Agus Haryanto yang saat itu berada di Kendari, Sulawesi Tenggara, berusaha mencari kabar melalui beberapa orang terdekatnya yang tahu soal keberangkatan ibunya ke tanah suci.

“Saya coba hubungi teman ibu yang menjadi pengusaha di Karanggeneng dan juga salah satu anggota Polisi yang saat itu juga tahu dan ikut dalam proses keberangkatan ibu, semuanya tidak tahu,” kata Agus.

Sekian lama tidak bisa dihubungi, akhirnya Kastona pun berhasil menghubungi Agus di Kendari. Sesaat mendengar kabar ibunya terlantar di Jakarta, Agus pun terbang menyusul ibunya ke Jakarta.

Kastona berangkat haji plus atas keinginan dari Agus, yang sudah lama ingin memberangkatkan umrah ibunya tersebut, namun karena pertimbangan kenalannya maka niat umrah diurungkan menjadi haji. Seluruh biaya haji plus itu dibayar oleh Agus. Bahkan sebelum berangkat, Agus menitipkan uang Rp. 1 juta kepada travel untuk kebutuhan vidio call ibunya selama di Mekkah.

Awalnya tidak ada yang janggal ketika dia bersama jama’ah lainnya berangkat ke Jakarta dari Surabaya, Senin (13/8/2018) pagi. Sanak keluarga jama’ah ikut mengantarkan kepergian dengan haru seperti pada jama’ah haji pada umumnya. Bahkan Jama’ah beserta pihak travel PT Kml sempat berfoto bersama sebelum bertolak ke Bandara Soekarno Hatta.

Sempat menginap di hotel pada tanggal 13 Agustus tersebut, namun keesokan harinya barulah Kastona merasakan kejanggalan. Mulai dia sering dilarang sering-sering menghubungi Agus anaknya sampai HP nya hilang dan ditemukan sudah tidak ada simcardnya.

Selama beberapa hari, Kastona dan Jimani tinggal di rumah U’um, pemilik katering di Cipondoh, Tangerang yang melayani konsumsi permintaan travel milik NF tersebut.

NF sempat menghubungi U’um melalui telepon selulernya untuk menitipkan Kastona dan Jimani untuk tinggal di rumah U’un beberapa hari dengan alasan menunggu persyaratan administrasinya beres. U’un sempat menolak karena rumah yang ditinggali jelek dan tidak pantas bagi sekelas calon Jama’ah haji plus.

Lebih tragisnya lagi yang dialami oleh Jimani, dia sudah dua kali gagal berangkat haji. Sebelumnya gagal berangkat tahun 2016 juga melalui travel PT Kml milik NF warga Desa Pucangtelu Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan ini.

Agus Haryanto dan Kastona terbang dari Jakarta ke Surabaya menyempat mampir ke Polda Jawa Timur melaporkan perkara ini, yakni dugaan penipuan oleh pemilik travel PT Kml, NF.

“Uang bisa dicari mas, akan tetapi rasa malu ini tidak bisa dihilangkan. Malu satu kampung yang sudah datang hadiri tasyakuran keberangkatan ibu,” pungkas Agus berapi-api.(omdik/fer/bis)