Siapa Bilang Lalat Menjijikan, Ditangan Warga Lamongan lalat Jadi Bisnis Baru Menggiurkan

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM: Pada umumnya lalat selama ini dianggap binatang yang menjijikan dan membawa penyakit. Tapi tidak dengan lalat yang satu ini, Lalat milik Gufron warga Desa Kalipang, Kecamatan Sugio, Kabupaten Jawa timur justru menjadi ladang bisnis baru yang menggiurkan.

Untuk mengetahui seperti apa bisnis lalat milik Gufron, tim kanalindonesia.com meninjau langsung ke lokasi. Didalam kandang ayam berukuran kurang lebih 6×70 meter itu terdapat tempat khusus membudidayakan lalat.

Lalat disini bukan sembarang lalat, Gufron membudidayakan jenis lalat hitam yang biasa disebut Black Soldier fly. Lalat ini ternyata mempunyai beberapa manfaat yang bisa menguntungkan si peternak.

Populasi lalat Black Soldier Fly tidak hanya memiliki kemampuan mengurai sampah organik menjadi kompos saja, tapi larva dari lalat hitam ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan, burung, unggas dan binatang reptil.

“Awalnya gara-gara harga pakan ternak kemudian saya coba-coba budidayakan lalat ini. Ternyata bisa menghasilkan pakan ternak yang memiliki kandungan gizi tinggi,” kata Gufron.

Cara budidayakan lalat hitam cukup mudah. Mengembang biakkannya dibutuhkan tempat yang disebut Nursery, Dimana harus menyiapkan beberapa tempat seperti sarana tempat bertelur, wadah sampah organik sebagai tempat makan lalat, dan wadah untuk tempat penetasan larva.

“Prosesnya sangat singkat, mulai menempatkan telur hingga menetas kemudian larva yang berusia 5 hari dipindahkan ke wadah tempat sampah organik. Setelah 10 hari sudah siap untuk dipanen,” tambahnya.

Gufron mengatakan, dalam satu kali masa panen hanya bisa menghasilkan 1 hingga 2kg larva siap jual. Padahal permintaan akan larva cukup banyak, tapi ia masih belum bisa memenuhi kebutuhan pasar.

“Saya belum bisa mencukupi pesanan pasar. Karena usaha saya masih terbilang kecil,” ungkapnya.

Disisi lain, untuk keperluan pengembangan budidaya lalat Black Soldier Flya, ia membutuhkan modal untuk memperbesar usahanya. Diharapkan pemerintah maupun pelaku usaha bisa memberi modal untuk memproduksi larva dalam jumlah besar. (Omdik/Fer/Bis)