Rumah Lansia di Kendalkemlagi Lamongan Ludes Terbakar

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kebakaran terjadi di Dusun Kendal RT02/RT04 Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Rabu (29/8/2018) sekira pukul 21.30 WIB.

Sebuah rumah habis dilalap si jago merah, setelah sang pemilik rumah lupa mencabut saluran listrik dari penanak nasi (magic com) di dalam rumah tersebut.

Bangunan rumah milik Haji Matkohar (80) yang bagian belakangnya terbuat dari kayu tersebut ludes tidak tersisa. Yang ditinggali oleh korban sendirian, sedangkan anak-anaknya tinggal di lain rumah yang berdampingan.

“Bapak sebelumnya tinggal sama ibu, namun belum lama ini ibu meninggal. Bapak lebih nyaman di rumah ini karena anak-anaknya tinggal berdampingan walau rumahnya berbeda,” terang Mahzumi (62), salah satu putranya.

Kapolsek Karanggeneng, AKP Syaifudin, SH, menuturkan kronologi kejadian kebakaran tersebut diketahui pada saat korban sedang tidur di dalam kamar, tiba tiba mencium bau hangus dan mendengar suara gemuruh. Penasaran, lalu Ia langsung bergegas bangun dan keluar dari dalam kamar. Setelah keluar dari dalam kamar Ia dikegetkan adanya api yang sudah membasar membakar rumah bagian belakang.

“Karena api sudah membesar korban kemudian berteriak minta pertolongan,” terang AKP Syaifudin.

Bersamaan dengan teriakan korban, Semaun (68) dan Raikan (55) yang tinggal tidak jauh dari rumah korban meneriaki korban agar cepat keluar dikarenkan api sudah membesar membumbung ke atas. Karena korban belum juga keluar dari rumah, dua orang tersebut nekat memberanikan diri masuk ke rumah dan menyelamatkan korban dari kobaran api yang mulai menjalar kesegala bagian rumah tersebut.

Selanjutnya diantara tetangga korban tersebut langsung menghubungi salah satu anak korban dan melaporkan ke petugas kepolisian dan petugas PMK. Tidak lama kemudian warga sekitar berdatangan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Api bisa di padamkan dua jam kemudian setelah dua unit PMK dari Lamongan datang.

Lebih lanjut Kapolsek Karanggeneng AKP Syaifudin SH. mengatakan hasil penyelidikan dan pemerikasaan pada saksi anak korban , bahwa aliran listrik di rumah belakang korban sering konsleting. Dan pada saat itu korban diperkirakan lupa untuk untuk mencabut stop kontak dari magic com atau penanak nasi.

“Dugaan sementara api disebabkan dari konsleting arus listrik yang sering terjadi di rumah tersebut,” kata AKP Syaifudin.

Akibatkan kejadian kebakaran tersebut lanjut AKP Syaifudin, bangunan rumah yang terbuat dari dinding tembok bagian depan dan belakang terbuat kayu jati berukuran 9×9 meter ludes terbakar beserta perabotan rumah tangganya, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 383 juta lebih

“Dalam kejadian kebakaran tersebut beruntung tidak menelan korban jiwa,” pungkasnya.(omdik/fer/bis)