Warga di Lamongan Tutup Paksa Dua Minimarket Alfamart dan Indomaret, Begini Kejadiannya…

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Puluhan warga Dusun Plosogeneng Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan melakukan demonstrasi terhadap keberadaan dua minimarket Alfamart dan Indomaret bahkan dalam aksinya warga melakukan penutupan paksa. Kamis (30/08/2018)

Hal ini dipicu adanya kecelakaan yang sering terjadi di sekitar lokasi akibat dari parkir kendaraan dari para pembeli yang tidak memarkir kendaraan dengan semestinya, sehingga mengganggu akses jalan bagi warga yang hendak menyeberang jalan.

BACA: Siapa Bilang Lalat Menjijikan, Ditangan Warga Lamongan lalat Jadi Bisnis Baru Menggiurkan

Seperti yang diungkapkan koordinator aksi, Sulistiyono mengatakan bahwa warga terpaksa melakukan aksinya karena sudah sering mengingatkan pihak managemen baik dari alfamart maupun indomaret akan tetapi tidak menghiraukan tuntutan warga tersebut

“Sebelumnya sudah pernah kami sampaikan pada karyawan, tapi tetap saja tidak pernah di sampaikan pada bosnya, hingga akhirnya kami ambil langkah ini” jelasnya dengan nada geram.

BACA: Rumah Lansia di Kendalkemlagi Lamongan Ludes Terbakar

Tak hanya itu, Sulistiono juga menambahkan jika dalam aksinya ini warga tidak menyuruh minimarket untuk tutup selamanya, namun hanya meminta agar toko ditutup sementara, sampai pihak menajeman mau mendengarkan dan melaksanakan permintaan masyarakat sekitar.

BACA: Prosesi Hari Jadi Trenggalek ke 824 Akan Lebih Sakral

Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek, Menjadi Momen Terakhir Emil Dardak di Trenggalek

Dewan Trenggalek Tegaskan Hari Jadi Juga Ajang Silaturahim dan Tukar Pikiran

“Kita tunggu sampai pihak manajemen serius dengan tuntutan kami, jika tidak maka terpaksa warga akan melakukan aksinya dengan memaksa menutup keberadaan dua minimarket tersebut” tambahnya.

BACA: Karnaval HUT Kemerdekaan RI di Lamongan

Dalam kesempatan yang sama Sulistiyono juga meminta agar kedepannya parkir ditata dengan baik, agar antara masyarakat dan pengusaha, sama-sama merasakan kedamaian dan kebahagiaan.

“Kita tidak mengganggu usaha orang lain tapi sebaiknya pihak minimarket juga memahami apa yang terjadi sehingga bisa dilakukan penataan ulang sehingga tidak sampai mengganggu warga sekitar” ujarnya menambahkan. (Omdik/Fer/Bis)