Kelelahan Saat Lempar Jumroh di Mina, Satu Jamaah Haji dari Kloter 80 Jombang Meninggal Dunia

Kantor haji dan umroh Kementrian agama Jombang
Kantor haji dan umroh Kementrian agama Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Satu orang jamaah haji dari kloter 80 Kabupaten Jombang, meninggal dunia di tanah suci. Suminah (66) warga jalan KH. Mimbar, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, meninggal dunia usai lempar jumroh di Mina.

“Laporan dari kloter 80, ada satu yakni Bu Suminah dari jalan KH Mimbar, Sambongdukuh. Itu langsung ditangani oleh pihak dokter, dan dimakamkan di daerah Mina sana,” ujar Kasi Haji dan Umroh Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Emi Chulaimy, pada sejumlah jurnalis, Jumat (31/8/2018).

Diduga Suminah meninggal karena kelelahan. Meski sempat mendapat perawatan, dari dokter haji, Suminah yang mempunyai riwayat penyakit sesak nafas ini, tetap tidak tertolong, selanjutnya jenasah Suminah dimakamkan di komplek pemakaman Mina, Mekkah.

“Meninggalnya karena kecapekan, karena kondisinya memang sudah lanjut usia, dan juga ada riwayat sesak nafas. Posisinya di Mina pas balang jumroh aqobah,” terang Emi.

Saat ditanya mengapa jenazah jamaah haji yang meninggal dunia, tidak dibawa pulang ke tanah air oleh pihak keluarga, Emi menjelaskan bahwa untuk membawa jenazah jamaah haji yang meninggal dunia, ada sejumlah persyaratan administrasi yang cukup panjang dan lama.

“Ya kalau dipulangkan ka nada proses mekanisme administrasi yang harus diurusi dan seterusnya ya, sehingga sesuai dengan mekanisme yang disana ya dimakamkan di wilayah Mina,” papar Emi.

Masih menurut penjelasan Emi, untuk jamaah haji yang meninggal dunia di tanah suci, keluarga ahli waris akan mendapatkan santunan, dari Kemenag. Dan pemberian santunan tersebut, akan diberikan jika semua jamaah haji sudah pulang dari tanah suci.

“Itu mekanismenya nanti kalau sudah pulang ke tanah air, kemudian kita laksanakan administrasi, kita laporkan ke pihak provinsi, kita penuhi persyaratannya dan itu semua dilakukan pihak Kemenag, “tukas Emi.

Perlu diketahui, ada 1.113 jamaah haji asal Jombang yang diberangkatkan ke tanah suci. Jamaah haji tersebut dibagi menjadi tiga kloter, yakni kloter 78, yang diberangkatkan tanggal 12 Agustus, dan untuk kloter 79 dan 80 diberangkatkan pada tanggal 13 Agustus dari pendopo Kabupaten Jombang, menuju asrama haji Surabaya.(elo)