Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek, Menjadi Momen Terakhir Emil Dardak di Trenggalek

Bupati Trenggalek bersama istri berjalan menuju pendopo Agung Manggala Praya Nugraha

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kirab Pusaka dalam rangka memperingti Hari Jadi Kabupaten Trenggalek yang ke-824, menjadi momen terakhir bagi Bupati Trenggalek H. Emil Elestianto Dardak bersama istrinya Arumi Bachsin. Pasalnya, tahun 2019 mendatang, Emil Dardak harus meninggalkan Kabupaten Trenggalek dalam rangka menjalankan amanah sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur.

Dalam prosesi kirab pusaka ini, seluruh peserta kirab menggunakan busana tradisional jawa dan diarak menggunakan sedikitnya 22 kereta kuda.

BACA: Prosesi Hari Jadi Trenggalek ke 824 Akan Lebih Sakral

Terlihat, antusias masyarakat saat menyaksikan kirap pusaka ini cukup tinggi. Hampir seluruh rute yang dilewati penuh oleh warga masyarakat yang menyaksikan kegiatan tahunan ini.

Seperti yang terlihat di lokasi, arak – arakan kirap pusaka ini diawali dengan barisan terdepan yakni prajurit keraton Surakarta, kendaraan pembawa pusaka, diikuti kereta kencana Purbo Waseso Nuswantoro oleh Bupati Trenggalek beserta istri, dilanjutkan kereta kuda dari masing-masing OPD, dan di barisan akhir ada pasukan Garuda Pancasila sebanyak 42.

BACA: Peringati HKGB Ke-66 dan HUT ke 70 Polwan, Polres Trenggalek Gelar Bakti Sosial

Sesampainya alun – alun, seluruh rombongan berjalan kaki menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha. Dilanjutkan dengan penyerahan pusaka yakni Tombak Koro Welang, Songsong Tunggul Nogo, Songsong Tunggul Projo, Prasasti Sendang Kamulyan kepada Bupati Trenggalek.

“Alhamdulillah, saat ini saya beserta istri masih diberi kesempatan untuk menjadi bagian dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke 824. Meskipun kegiatan ini menjadi yang terakhir bagi saya sebagai Bupati Trenggalek, saya dan keluarga berharap di tahun berikutnya masih diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari kemeriahan peringatan Hari Jadi Trenggalek, ” ucapnya dihadapan ribuan masyarakat Trenggalek, Jumat (31/8 /2018).

BACA: Kejari Trenggalek Terapkan Kasus Hukum PDAU dengan Ekstra Ordinary Law

Bupati Trenggalek yang baru saja menunaikan ibadah haji ini  juga mengungkapkan rasa keprihatinan terhadap para korban bencana kebakaran Pasar Pon. Oleh karena itu, tanpa mengurangi kesakralan Prosesi Hari Jadi, Emil mengajak masyarakat Trenggalek khususnya korban bencana kebakaran Pasar Pon untuk tetap sabar dan semangat untuk tetap melanjutkan aktifitas berdagang.

“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Trenggalek berupaya untuk memberikan langkah terbaik bagi korban bencana kebakaran Pasar Pon. Karena kemajuan suatu daerah juga tidak terlepas dari peran para pedagang kecil, yang dalam hal ini merupakan para pedagang pasar, ” imbuhnya.

Tak lupa, Emil juga meminta doa kepada seluruh mandi Trenggalek untuk melanjutkan perjuangan demi kemajuan daerah di tingkat Provinsi. (mil/ham)