Dewan Trenggalek Tegaskan Hari Jadi Juga Ajang Silaturahim dan Tukar Pikiran

Ketua DPRD Kab Trenggalek, H Samsul Anam pose bersama mantan Ketua lama S Akbar Abas

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Selain keskralan , Hari Jadi ke 824 Kabupaten Trenggalek,Jawa Timur, dinilai Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, H Samsul Anam, juga menjadi momentum menjalin rasa persaudaraan serta tali silaturahmi antara para tokoh yang telah berhasil mengantarkan kabupaten kecil ini menjadi lebih maju dan jaya.

Dari hasil yang dihimpun, puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek berlangsung cukup meriah. Meskipun meriah kesakralan peringatan Hari Jadi ini tidak pernah ditinggalkan sedikitpun dari tahun ketahun.

BACA: Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek, Menjadi Momen Terakhir Emil Dardak di Trenggalek

Namun ada pemandangan menarik saat tamu yang disediakan di ruang paringgitan pendopo Manggala Paraja Nugraha dipenuhi dengan keakraban para mantan pemimpin Trenggalek yang kini masih dimintakan Bupati Emil Dardak sumbangsih pemikirannya.

H Samsul Anam mengatakan,prosesi hari jadi ini diawali dengan penjamasan pusaka Kadipaten. Dua Tombak Korowelang dicuci menggunakan air dari 14 sumber keramat di 14 Kecamatan yang ada. Penjamasan ini rutin dilakukan tiap tahun, sekaligus upaya merawat pusaka Kabupaten. Tetapi jangan lupa kita juga akan bertemu baik pemimpin yang sekarang masih menjabat dengan pemimpin yang sudah purna.

“Kita di momen ini bisa ketemu dengan senior kita yang banyak juga ilmunya terutama pengalaman saat menjabat,” ucapnya, Jum’at, (31/8/2018) di Trenggalek.

BACA: Prosesi Hari Jadi Trenggalek ke 824 Akan Lebih Sakral

Lebihlanjut, tidak hanya sarana bertukar pandangan namun banyak pula yang memanfaatkan untuk saling mengabarkan setelah sekian tahun tak berjumpa karena kesibukannya.

“Iya tadi kita bisa ngobrol banyak dengan mantan Bupati dua periode , Mulyadi, juga sempat bincang lama dengan Mas Akbar Abas mantan Ketua DPRD Trenggalek,” lanjutnya.

BACA: Peringati HKGB Ke-66 dan HUT ke 70 Polwan, Polres Trenggalek Gelar Bakti Sosial

Menurutnya, banyak masukan yang diberikan politisi kawak tersebut kepadanya terutama dalam menjaga soliditas dengan pemerintah sebagai bagian dari amanah rakyat pemilih.

“Masukan dari senior di legislatif tadi kita dapatkan dari Mas Abas,” tandasnya.

Sehingga menurutnya Hari Jadi tiap tahun itu juga membuat para pemimpin Trenggalek untuk memanfaatkan sebagai ajang tukar pikiran, tentunya guna mencarikan solusi terbaik terhadap permasalah masyarakat setempat.

“ Kita sama-sama punya tanggungjawab dalam memajukan daerah ini,” tandasnya.

BACA: Kejari Trenggalek Terapkan Kasus Hukum PDAU dengan Ekstra Ordinary Law

Sementara itu, pusaka yang sudah dibersihkan ini kemudian dititipkan semalam di lokasi Prasasti Medang Kamulyan di Desa Kamulan Durenan. Penanggalan dalam prasasti ini dijadikan tanggal lahirnya Kabupaten Trenggalek dan kembali diarak menuju pendopo Kabupaten keesokan harinya untuk kembali disimpan.

Yang sangat ditunggu warga dalam prosesi hari jadi ini, adalah kirab pusaka dan perebutan sedekah bumi, tumpeng Agung dan air jamasan yang diyakini warga masyarakat bisa membawa keberkahan.(ham)