Jadi Polemik, Limbah B3 Yang Dipakai Jalan Sebagian Dibongkar dan Dikembalikan

sejumlah pekerja dari pengolahan limbah B3 saat kembali menaikkan

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Adanya banyak sorotan dari berbagai kalangan, mengenai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dijadikan jalan penghubung antara Dusun, di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, akhirnya dibongkar.

Pembongkaran tersebut dilakukan, atas permintaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, pada sejumlah pengusaha pengolahan alumunim. Meski demikian, belum semua limbah B3 tersebut dibongkar.

BACA: Warga di Sekitar Pengolahan Limbah B3, Berpotensi Terkena Gangguan Saluran Pernafasan

BACA: Jadi Lumbung Limbah B3, Jalan Desa Di Jombang Dibangun dengan Limbah

BACA: Kelelahan Saat Lempar Jumroh di Mina, Satu Jamaah Haji dari Kloter 80 Jombang Meninggal Dunia

“Disuruh ngambil siapa yang buang disini. Jadi saya ambil,” kata Sunardi, (55), salah seorang pemilik limbah, asal Dusun Kedungsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, pada sejumlah jurnalis, Jumat (31/08/2018).

Sunardi mengaku, limbah B3 yang ia ambil kembali, setelah pihak DLH memintanya bertanggung jawab. Abu sisa dari proses pengolahan aluminium slag miliknya tersebut, diminta diambil setelah ia mendapatkan teguran.

“Saya dipanggil ke sana (DLH), diminta bertanggung jawab. Jadi saya ambil, saya cuma terlibat 1 truk atau sekitar seberat 1 Ton,” ungkap Sunardi.

BACA: Elpiji Langka di Jombang, Komisi B DPRD Jombang Minta Polisi Turun Tangan

Sunardi menceritakan, abu slag aluminium yang ia buang ke Dusun Watudakon tersebut, sebetulnya atas pemintaan Kepala Dusun setempat. Bahkan, abu miliknya tersebut tidak dibeli, melainkan diberikan secara gratis. “Sebenarnya warga yang minta terutama kepala dusun. Gratis ini gak bayar. Disini kan sering banjir,” bebernya.

Usai dibongkar, abu dari sisa pengolahan aluminium slag milik Sunardi ini, rencanannya akan di bawa ke kediamannya di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, sembari menuggu waktu pengembalian ke Perusahaan penyuplainya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan ton limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ditemukan dijadikan jalan penghubung antara Dusun Watudakon, Desa Watudakon, dengan Dusun Pulosari, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang. Urugan limbah B3 di jalan ini, sepanjang 700 meter lebih.

Dinas Lingkungan Hidup yang sempat melakukan sidak meminta seluruh limbah dibongkar dengan alasan mencemari udara maupun air. Namun, hingga kini belum ada langkah hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum setempat, atas pelanggaran undang-undang lingkungan hidup tersebut.(elo)