Remas Bagian Sensitif Perempuan, Seorang Pemuda di Lamongan Dibui

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM: Seorang pria berinisial  FR (26) warga Dusun Plosogeneng Desa Plosowahyu Kecamatan/Kabupaten Lamongan, terpaksa berurusan dengan polisi dan harus merasakan dinginnya sel tahanan  Polres Lamongan.

Ia ditangkap karena melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap perempuan yang berinisial DS (20) warga Dusun Kauman, Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan dengan cara memegang bagian sensitif tubuh perempuan tersebut saat melintas di ruas jalan barat makam Desa Tanjung, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

BACA: Warga di Lamongan Tutup Paksa Dua Minimarket Alfamart dan Indomaret, Begini Kejadiannya…

Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat saat dikonfirmasi, pada Jumat (31/8/2018) membenarkan telah mengamankan seorang  pelaku perbuatan tak senonoh pada perempuan.

“Bahwa pelaku sudah diamankan, dan saat ini berada di dalam sel Polres Lamongan,” katanya.

BACA: Siapa Bilang Lalat Menjijikan, Ditangan Warga Lamongan lalat Jadi Bisnis Baru Menggiurkan

Dia menjelaskan, kejadian itu bermula saat korban DS hendak perjalanan berangkat bekerja dari rumah calon suaminya yang berada di Perumnas Made dan melewati jalan Desa Karanglangit, Kecamatan Lamongan dengan mengendarai kendaraan sepeda motor. Tepat saat melewati tempat kejadian perkara (TKP) tiba-tiba DS dipepet dari sebelah kanan oleh FR dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol S 2616 LB.

“Tanpa basa basi FR langsung menjulurkan tangannya meremas payudara dan menarik payudara DS sebelah kanan dengan kerasnya. Sehingga sepeda motor DS sempat oleng dan hampir tarjatuh,” kata Norman.

BACA: BPBD Lamongan Tambah Armada Tangki Atasi Krisis Air Bersih

Setelah berhasil meremas payudara DS lanjut AKP Norman, FR seolah tanpa bermasalah langsung mendahului DS dengan santainya. Namun dengan tanggap DS, langsung mencatat sepeda motor yang dikendarai FR dan serta berusaha mengejar.

“Saat diketahui dikejar, FR langsung  mempercepat laju kendaraannya sehingga tidak terkejar,” jelas Norman.

Kemudian atas kejadian tersebut DS memberitahukan kepada saksi Rafli calon suaminya dan melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut ke Polres Lamongan. “Berbekal keterangan korban dan petunjuk nopol yang dicatat korban, tersangka baru berhasil diamankan” ungkap AKP Norman.(omdik/fer/bis)