Teh Bhumi Asal Solok Sumbar Digemari Peserta Asian Games 2018

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Perhelatan Asian Games 2018 yang berlangsung tanggal 18 Agustus – 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang menjadi peluang bagi produsen lokal untuk mengenalkan produknya kepada negara-negara lain.

Salah satunya, Teh Bhumi yang merupakan produk teh berkualitas asal Solok, Sumatera Barat. Teh ini produk kolaborasi PT. Angkasa Pura dengan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang berdiri pada tahun 2015.

Widya Wiedagdo, VP Complience & Management Angkasa Pura, mengatakan Asian Games 2018 ini merupakan momen besar sebagai promosi Teh Bhumi dengan mencoba meramu teh nya dengan minuman kekinian.

“Ada beberapa varian yang kita mix dengan berbagai rasa, seperti ada rasa keju, lemon, susu dan daun pandan. Teh Bhumi ini menjadi produk unggulan di Asian Games ini,’ ujar Widya di Booth Teh Bhumi, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).

Ia menjelaskan, Teh Bhumi pernah ikut dalam beberapa event lokal dan internasional lainnya seperti di Gunung Bromo dan Nusa Dua Bali yang diselenggarakan Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC).

Untuk nama Bhumi ini sendiri, kata Widya, menggambarkan suatu filosofi dari alam Indonesia yang tumbuh suatu produk yang menjanjikan.

Bhumi ini juga penggalan kata yang merupakan mother earth nya artinya benih dari teh terbaik di dunia. Dan itu hanya dimiliki daerah vulkanonya sangat tinggi salah satunya adalah Gunung Kerinci di Sumatera Barat.

“Jadi memang merek Bhumi itu gone to earth yang kita kembangkan dari tanah terutama yang terdapat di daerah vulkanonya tinggi seperti Gunung Kerinci,” kata Widya.

Ditambahkan Nely I. Almatsier selaku Business Development & Marketing Communication Manager Angkasa Pura bahwa Teh Bhumi tumbuh di daerah Kerinci, Solok Selatan, Sumatera Barat. Tanaman ini hidup di antara zona yang kelembabannya sekitar 18 derajat Celcius. Konon teh Bhumi ini teh terbaik yang tidak dimiliki teh Dilmah.

“Teh Bhumi memiliki sulfur yang tinggi dan anti oksidannya tinggi dan memiliki nitrogen yang tinggi sehingga bermanfaat untuk tubuh khususnya untuk melancarkan peredaran darah. Bila dirasakan setelah minum teh ini, tidurnya akan nyenyak,” jelas Nely.

Ia memaparkan Teh Bhumi terdiri dari 9 varian yakni Liki White, Red Moon, Sir Green, Royal Sumatra Blend, Breakfast Tea, Royal Pandan Tea, Black Kaffir Lime, Green Ginger dan Sumatra Green Tea. Untuk Liki White sendiri jenisnya ada dua yakni White Theony dan White Tea.

”Untuk Asian Games 2018 yang digemari.adapah Black Kaffir Lime dan Breakfast Tes karena kebanyakan yang datang bulan pecinta teh sejati, mereka suka teh dicampur dengan keju, susu dan lainnya,” ungkap Nely.

Menurutnya, mengingat banyaknya varian yang dimiliki Bhumi maka dibuat tea sane atau sejenis teh sebagai campuran penambahan teh agar rasanya lebih kuat lagi atau pun hot.

“Jadi kalau orang suka dengan jenis teh Green Ginger, yang ingin gingernya lebih hot lagi dicampur penambahan tea sane ini. Dan rencananya juga kita akan buka di Airport Juanda, Surabaya, Jawa Timur, namanya Tea Experience. Jadi orang orang suka minum teh bisa menikmatinya disana,” kata Nely.

Untuk pemasarannya,.lanjut Nely, saat ini Teh Bhumi sementara dalam bentuk curah yang dibandrol dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp.20 ribuan. Sedangkan untuk kaleng dengan berat 40gram dengan harga kisaran antara Rp75 ribu hingga Rp.200 ribuan /kaleng.

“Dalam waktu dekat juga kita akan ekspor ke negara Eropa maupun negara lainnya. Rencananya juga kita akan buat dalam bentuk sachet atau celup. Sebenarnya kita juga sudah ada beberapa untuk kerjasama jaringan hotel sebagai komplimen di kamarnya, cuma karena belum kita jajaki jadi tertunda, Insya Allah dalam waktu dekat kita akan coba sachet ini,” tutur Nely. @ Rudi