Ditpolair Baharkam Mabes Polri Bangun Jaringan Pipa Air Bersih dan MCK untuk Pengungsi

Puluhan Personil anggota Ditpolair Baharkam Mabes Polri bekerjasama dengan Polda NTB juga Masyarakat, saat bergotong royong membangun pipa jaringan air bersih di pengungsian gempa bumi di Dusun Lengkukun Desa Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Minggu (2/9/2018).

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Ditpolair Baharkam Mabes Polri bekerjasama dengan Polda NTB, kali ke duanya menyambangi masyarakat di pengungsian gempa bumi di Dusun Lengkukun Desa Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk memberikan bantuan.

Kunjungan ini, bertujuan memberikan bantuan berupa pemasangan pipa untuk penyaluran air bersih juga pembuatan Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

“Tidak hanya itu kami juga memberikan sejumlah logistik dan obat-obatan juga tandoen,” ungkap Dirpolair Korpolairud Baharkam Mabes Polri, Brigjen Pol, L. latif, MM.M.Si, melalui  Kasubdit patroli air ditpolair kombes pol Makhruzi Rahman S.iK. M.H, disela-sela membangun sebuah jaringan pipa air bersih dan pembangunan MCK untuk para pengungsi, Minggu (2/9/2018).

Ia menjelaskan, dalam kegiatan ini Ditpolair Baharkam Mabes Polri mengerahkan sebanyak 75 personil anggota Polair, turun langsung untuk membangun jaringan pipa air bersih yang bersumber dari sumur bor yang berlokasi tidak jauh dari posko pengungsian korban gempa.

Ia mengaku, sudah datang di Lombok sehari pasca gempa 7,0 SR itu terjadi. Tidak hanya personil yang kerahkan untuk bekerja. Bantuan logistik  berupa makanan dan selimut untuk kebutuhan pengungsi juga di berikan.

“Alhamdulillah kebutuhan makanannya setelah dilakuakan  survey masih bisa terpenuhi,”jelasnya.

Namun, yang sangat penting sekali  persoalan air bersih bagi pengungsi. Terutama untuk wilayah dengan kondisi kekeringan pada saat Ini. Selain itu, agar terhindar dari terjangkitnya penyakit baru. Sangat penting menurutnya, untuk diterapkan masalah sanitasi.

Lanjutnya, kegiatan ini tidak akan berhenti disini saja. Namun, akan tetap melakuakan survei lagi, dimana lokasi pengungsian yang belum tersedia MCKnya. Sebab masalah sanitasi sangatlah penting agar terhindarkan dari penyakit.

“Seperti di posko pengungsian ini, di Dusun Lengkukun Kayangan ini tidak ada sama sekali disediakan MCK,” katanya.

Lanjutnya, Selain jaringan pipa air bersih dan tandoen, dua bak penampungan air bersih juga dibuatkan dengan cara sederhana. Dengan menggunakan terpal sebagai alasnya, mengikuti kedalam tanah yang sudah di gali dengan bentuk persegi empat.

Bak penampungan air bersih inilah nantinya, akan digunakan untuk ketersediaan air bersih bagi ratusan pengungsi yang ada.

“Untuk bantuan MCK, kita akan sesuaikan dengan jumlah pengungsi yang ada. Kalau jumlahnya ratusan nanti kita akan menyesuaikan berapa kebutuhan MCK nya. Kita bangun seserhana saja yang penting sanitasi lancar dan tidak berpengaruh terhadap kesehatan pengungsi,”jelasnya.

Saat ini sebanyak 12 tandon air dan ratusan pipa sudah dimanfaatkan untuk membangun jaringan air bersih ini.

Di akuinya, kehadiran Polair pasca gempa terjadi, memang lebih di fokuskan untuk menangani evakuasi ribuan wisatawan yang ada di tiga gili. Setelah dinyatakan aman, baru jajaran Polair melanjutkan ke daratan dengan membawa bantuan-bantuan yang dibutuhkan pengungsian.

“Ada tiga armada kapal Polair kita yang stanbay  di pelabuhan Bangsal Pemenang, dengan jumlah personil yang dikirim dari Mabes Polair Polri sebanyak 135 personil,” imbuhnya.

Katanya, personil ini akan terus berada disini (Lombok). Untuk memberikan bantuan, sembari memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan pengungsi.

“Tidak hanya itu, kami juga memeriksa kesehatan pengungsi dan memberikan trauma healing bagi anak-anak korban gempa,”pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dusun Lengkukun, Muliadi mengatakan sejak awal tidak bisa berpikir bagaiamana cara mengatasi kebutuhan air bersih di poskonya. Sebab, menurutnya jika mengandalkan bantuan air dari armada tengki yang disiapkan, tidak bisa memenuhi kebutuhan jumlah pengungsi yang ada.

“Bantuan air bersih tetap ada masuk, sehari hanya sekali saja sedangkan kebutuhan jumlah jiwa yang mengungsi banyak,” ungkapnya.

Muliadi bersyukur adanya inisiatif Mabes Baharkam Polair yang membantu untuk membuatkan saluran untuk air bersih. Dengan ini Alhamdulillah kebutuhan air bersih bisa tercukupi.

Di akuinya, keberadaan sumur bor yang  tidak jauh dari lokasinya mengungsi tidak di manfaatkan dengan optimal, hal ini karena tidak terpikir ke arah sana.

“Dan Alahmdulillah sekarang semua bisa menikmati air bersih,”tutupnya. (Idam)