Terjadi Longsor Susulan, Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo Sempat Ditutup

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Jalan nasional penghubung antara  Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ponorogo Jawa Timur ditutup total. Penutupan itu berlangsung 18 jam yang akhirnya bisa dibuka kembali pasca dibersihkannya material longsor yang sempat menghujani jalan tersebut.

Penutupan jalur tersebut disebabkan, tebing dengan ketinggian sekitar  50 meter di KM 16 Desa Nglinggis Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek longsor.

Akibatnya, material longsoran yang terdiri dari batu dan tanah dari atas bukit menutup menutup badan jalan. Diduga, longsor terjadi akibat adanya proyek pelebaran jalan antar kabupaten.

“Untuk sementara jalur Trenggalek- Ponorogo tutup total, karena di KM 16 terjadi longsor hingga menutup badan jalan,” terang Kapolsek Tugu, Iptu Bambang Purwanto, Minggu(2/9/2018).

Menurut Bambang, longsor pertama terjadi Jumat (31-/8/2018). Ketika itu kondisi jalan masih bisa dilalui dengan sistem buka tutup. Akan tetapi, longsor susulan yang terjadi Sabtu dan Minggu (1-2/9/2018) memaksa seluruh jalan ditutup total.

“Kondisi tanah tebing masih labil. Demi keamanan para pengguna jalan, untuk arus lalin dari dua arah kabupaten tutup total,” imbuhnya.

Pihaknya sendiri tambah Bambang, bersama TNI dan BPBD Trenggalek masih terus memantau perkembangan di lokasi. Jika memungkinkan akan segera dilakukan pembersihan meterial longsor, agar arus lalin segera bisa normal.

Dengan kesigapan semua petugas yang ada pembersihan yang dimulai pukul 06.00 WIB serta dikerahkannya tiga unit alat berat akhirnya pembersihan sekaligus pengamanan sementara jalur tersebut bisa dilalui kembali pada pukul 11.30 WIB.

“Alhamdulillah jalur bisa dipergunakan kembali pada pukul 11,30 WIB setelah seluruh kekuatan dikeluarkan untuk membersihkan jalan walaupun masih dengan sistem buka tutup,” terangnya.

Namun Bambang tetap meminta semua pengguna jalan agar tetap waspada dan hati-hati serta taat arahan petugas yang ada di Pos pengamanan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pengendara harus hati-hati , ikuti dan taati arahan petugas kami yang ada di lapangan,” pungkasnya. (sup/ham)