Merasa jadi Korban Pelecehan Seksual dan di PHK Sepihak, Buruh PT Pei Hai Demo

sejumlah buruh dari PT Pei Hai yang melakukan aksi unjuk rasa

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Puluhan buruh PT Pei Hai, menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang pabriknya yang terletak di Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Jombang, pada Senin (3/9/2018).

Buruh ini nekat menggelar aksi unjuk rasa dikarenakan adanya dugaan pelecehan seksual yang berbuntut pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak. Dugaan pelecehan seksual itu disebabkan, apabila ada buruh yang hendak melakukan cuti haid, harus benar benar dibuktikan.
Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, para buruh ini bergantian menyuarakan aspirasi sambil membentangkan poster tuntutan.

“Yang menjadi tuntutan kita, tolak PHK yang alasannya karena absensi yang tidak jelas, absensi yang beradasarkan penilaian subyektif suka dan tidak suka. Dirogoh (red : diraba) sampai memang benar benar ada bukti bahwa dia memang benar-benar berdarah, dipanggil ke klinik,” ujar Chakim salah satu kordinator aksi unjuk rasa pada sejumlah jurnalis.

Sedikitnya ada 35 buruh yang mengalami PHK sepihak, dengan rincian 9 orang adalah serikat pekerja.

“Pei Hai dengan sengaja menghabiskan temen teman karyawan tetap agar merekrut harian lepas. Ini adalah upaya yang bisa kita simpulkan bahwa menghalang halangi teman-teman untuk berserikat. Ini terjadi seperti itu, tidak ada musyawarah tidak ada pertemuan tiba-tiba dipanggil akan di PHK,” imbuh Chakim

Lanjut Chakim, parahnya, kondisi buruh yang ada di PT Pei Hai, yang hendak mengajukan cuti karena hamil, tidak diperbolehkan oleh perusahaan. Dan pihak perusahaan langsung melakukan PHK.

“Ketika ada orang hamil, sudah kelihatan besar 6 atau 7 bulan ini harus mengambil, eh…tidak boleh kerja. Yang jelas harian lepas harus putus tidak boleh bekerja. Kalau ingin bekerja lagi setelah melahirkan kesini lagi, nah ini kan upaya pelanggaran memutus status yang semestinya mereka terima,” tukas Chakim.

Saat ditanya upaya apakah yang akan dilakukan oleh para pekerja yang mengalami pelecehan seksual dan PHK secara sepihak itu, Chakim menjelaskan bahwa pihaknya dalam waktu dekat ini, PT Pei Hai akan dilaporkan ke Komnasham.

“Kita akan melaporkan ke International Labour organization (ILO) yang ada dinaungan PBB bahwa terjadi pelanggaran telak disini. Kita bersama teman teman akan merumuskan tuntutannya,” pungkas Chakim.

Hingga berita ini ditulis, pihak perusahaan enggan memberikan keterangan secara resmi pada sejumlah jurnalis. Sedangkan aksi buruh ini akan terus dilakukan apapbila tuntutan mereka tidak dipenuhi.(elo)