22 Anggota DPRD Kota Malang Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

istimewa

MALANG, KANALINDONESIA.COM: 22 Anggota DPRD Malang resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan kasus suap APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015.

Ke 22 nama anggota DPRD Kota Malang tersebut yakni  Asia Iriani (PPP), Indra Tjahyono (Demokrat), Choeroel Anwar (Golkar), Moh Fadli (Nasdem), Bambang Triyoso (PKS), Een Ambarsari (Gerindra), Erni Farida (PDIP), Syamsul Fajrih (PPP), Choirul Amri (PKS), Teguh Mulyono (PDIP).

Selanjutnya Imam Ghozali (Hanura), Letkol Purn Suparno (Gerindra), Afdhal Fauza (Hanura), Tutuk Haryani (PDIP), Soni Yudiarto (Demokrat), Ribut Haryanto (Golkar), Teguh Puji Wahyono (Gerindra), Harun Prasojo (PAN), Hadi Susanto (PDIP), Priatmoko (PDIP), Diana Yanti (PDIP), Sugiarto (PKS).

“Kasus ini menunjukkan korupsi dilakukan massal. Yakni antara kepala daerah dan DPRD. Seharusnya legislatif berfungsi sebagai pengawas, mengawasi kepala daerah. Tapi malah bersama-sama korupsi, memperkaya diri sendiri atau kelompoknya,” ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin petang (3/9/2018).

Penetapan 22 anggota DPRD Kota Malang Ini menjadi gelombang ketiga penetapan tersangka oleh KPK, di gelombang pertama, Ketua DPRD Kota Malang, M. Arief Wicaksono, dan Kadis Dinas Pekerjaan Umum dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistyo.

Gelombang kedua penetapan tersangka kepada mantan Wali Kota Malang Mochammad Anton, Ketua DPRD Kota Malang pengganti M. Arief Wicaksono, Abdul Hakim, Yaqud Ananda Gudban, tiga wakil ketua DPRD Zainudin, Rahayu Sugiarti, Wiwik Hendri Astuti, Heri Pudji Utami, Mohan Katelu, Bambang Sumarto, Sukarno, Abdulrachman, Hery Subianto, hingga Salamet.