Pencairan Dana Stimulan Tergantung Rekomendasi Pendamping

Aisten II Setda Lombok Utara Hermanto, tengah menunjukkan data nama masyarakat yang ganda sesuai hasil ferifikasi di tenda kerjanya, Rabu (5/9/2018). ( foto : Idham_kanalindonesia.com)

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM– Banyak warga penerima rekening bantuan stimulan rumah dari presiden Joko Widodo mencoba mencairkan dana tersebut di Bank BRI. Menanggapi hal tersebut, Aisten II Setda Lombok Utara Hermanto mengatakan, pencairan dana tersebut belum bisa dicairkan saat ini.

“Belum bisa dicairkan saat ini,” ujarnya, Rabu (5/9/2018).

Ia menuturkan, penerima dana stimulan tersebut memang sudah menerima buku rekening. Di dalamya sudah terdapat senilai Rp 50 juta. Namun dana tersebut masih dalam nominal angka saja dan belum bisa dicairkan. Hal tersebut dikarenakan dana tersebut masih berada di BNPB Pusat.

Mekanisme dana tersebut dimulai dengan BPBD Lombok Utara bersurat ke BNPB. Hal itu dilakukan setelah dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Setelah itu dana akan masuk ke rekening BPBD Lombok Utara di Bank BRI. Dana tersebut  pun belum bisa dicairkan karena BPBD harus bersurat lagi ke Bank BRI berdasarkan rekomendasi tim pendamping.

“Nah tim pendampingnya ini yang belum kita tahu,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi, tim pendamping tersebut adalah TNI. Namun hal tersebut masih belum bisa dipastikan. Sebab itu, Pemda Lombok Utara akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Ia menegaskan, pencairan dana stimulan rumah bagi masyarakat masih belum bisa dicairkan. Masih ada proses panjang yang harus dilalui.

“Jadi belum bisa dicairkan sekarang ini,” Imbuhnya.

Sementara itu, ia juga menjelaskan terkait penerima dana yang double atau ganda. Pihaknya melakukan verifikasi ulang pada kepala dusun yang bersangkutan. Jika terbukti ganda maka pihaknya hanya memverifikasi satu rumah saja. Begitu juga dengan yang sudah terlanjur mendapatkan buku rekening. Pihaknya akan mengirimkan surat rekomendasi ke Bank BRI berdasarkan verifikasi kepala dusun tadi.

“Tetap rekeningnya dua dan sama-sama Rp 50 juta, tapi yang bisa dicairkan hanya satu,” jelasnya.

Ia mengakui jika ada penerima bantuan stimulan ganda karena memiliki dua rumah. Ada yang sadar dan hanya mengambil satu saja. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan revisi. Hermanto mengaku sudah mendatangi Bank BRI untuk melakukan pemeriksaan hal tersebut. Di sana banyak diketahui penerima yang memiliki nama dan nomor induk yang sama.

“Karena sudah terlanjur makanya kita revisi kembali,” pungkasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pembicaran dengan pihak BRI, dasar revisi nantinya adalah surat dari kadus. Meski ada dua rekening yang diterima namun keduanya masih belum bisa dicairkan. Sebab proses pencairan tersebut melalui mekanisme di instansi terkait.

“Dan untuk ruko kita tidak tahu, yang penting itu sudah dilaporkan datanya ke pemerintah,”  tandasnya. (Idam)