Pembangunan Kandang Ayam di Desa Watudakon Diprotes Warga, Karena Tidak Ada Sosialisasi

JOMBANG, KANALINDONESIA. COM: Rencana pembangunan sebuah kandang ayam paking dan breeding di Dusun Jungkit, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben Jombang, Jawa Timur, menuai protes dari warga setempat.

Pasalnya, kandang ayam yang akan didirikan di lahan seluas 5 hektar tersebut, berada dekat dengan lokasi pemukiman warga. Minimnya sosialisasi membuat warga takut dengan dampak limbah maupun bau dari kandang ayam itu nantinya.

“Warga kan belum pernah dikumpulkan mengenai rencana lahan ini mau dibuat pabrik atau apa. Warga juga belum paham tentang dampak lingkungan atau lain-lainnya, yang jelas saat ini masih pengurukan,” ujar Sutris (44) warga Dusun Jungkir, Desa Watudakon, saat ditemui sejumlah jurnalis, Kamis (6/9/2018).

Masih menurut penjelasan Sutris, saat ini warga dimintai tanda tangan oleh Kepala Dusun setempat, tapi secara pasti warga belum tau, untuk apa penggalangan tanda tangan itu dilakukan. Dan yang jelas saat ini ada aktifitas proses pengurukan. Dengan adanya aktifitas itu warga meminta kopensasi, karena banyak debu di rumah warga.

“Warga ini mintanya kopensasi karena ada debu, termasuk adanya polusi. Memang ada tanda tangan di pak Kasun. Taunya warga cuman mau ada pabrik ayam di sini,” terang Sutris.

Lanjut Sutris, selama belum adanya kejelasan dari pihak pemilik kandang ayam, pihaknya meminta agar proses pengurukan dihentikan.

“Ya maunya masyarakat dihentikan dulu (red : pengurukan), sebelum ada sosialisasi. Kalau memang warga sudah paham dan jelas baru dilanjutkan lagi,” tegasnya.

Ditanya lebih lanjut, apa yang menjadi tuntutan warga selain adanya sosialisasi, Sutris menuturkan bahwa warga menginginkan adanya kopensasi untuk debu, dan polusi yang ditimbulkan jika nantinya kandang ayam tersebut jadi didirikan di Dusun Jungkit.

“Iya pasti baunya nanti sangat mengganggu mas, makanya kita minta kejelasan dari pihak pemilik kandang,” tuturnya.

Imbuh Sutris, kopensasi ini nantinya untuk warga sekitar lokasi kandang ayam. Selain itu warga juga meminta adanya lowongan kerja yang disediakan oleh pihak pemilik kandang. Dan seandainya permintaan warga tersebut ditolak, nantinya warga akan berencana untuk unjuk rasa.

“Ya warga mintanya ada kopensasi atas bau yang ditimbulkan, selain itu warga minta untuk kerja disitu, seandainya ada lowongan. Ya kalau ditolak ya kita demo, kan ini letaknya dekat pemukiman mas,” tukasnya.

Sementara itu, pihak pemerintah Desa, belum mau memberikan keterangan mengenai adanya protes warga tentang rencana akan didirikannya kandang ayam di lahan seluas 5 hektar itu.

Dikonfirmasi secara terpisah, mengenai adanya protes warga dengan adanya pendirian kandang ayam, di dekat pemukiman warga itu, BPD Desa Watudakon, Sulton (44), mengatakan bahwa selama ini, memang pihak Desa agak tertutup. Dan selama ini, pihak BPD memang tidak pernah di ajak musyawarah.

“Selama ini pihak BPD memang tidak mengetahui persoalan itu, BPD selama ini memang tidak pernah dikasi tau, tidak pernah disenggol, tidak pernah diajak omong-omongan atau rundingan,” ungkap Sulton.

Saat ditanya akan adanya demo warga, jika nantinya permintaan warga tidak dikabulkan oleh pihak pemilik kandang ayam itu, Sulton mengaku tidak bisa berbuat banyak, dan pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya pada warga, setempat.

“Untuk sementara persoalan ini kita pasrahkan aja ke warga dulu, biar warga bergejolak dulu untuk menanyakan ke pemerintah Desa, kalau sudah ada gejolak, nanti baru kita bisa secara bersama-sama menyakan persoalan itu ke pemerintah Desa, itu langkah yang akan diambil BPD,” pungkas Sulton.

Dari data yang dihimpun redaksi, tahapan pembangunan kandang ayam milik warga Sidoarjo itu, masih dalam tahap pengurukan. Meskipun saat ini proses izin pemanfaatan lahannya masih dalam proses di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Jombang.(elo)