Komplotan Spesialis Curanmor Di Area Persawahan, Dibekuk Polisi

keempat kawanan pelaku curanmor saat diamankan Polisi di Polres Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Dalam operasi sikat Semeru 2018, Aparat Satreskrim Polres Jombang, berhasil menangkap empat komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), di 6 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Keempat kawanan pelaku spesialis curanmor itu yakni, MS (29) dan MRS (21) warga Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, yang berperan sebagai pelaku pencurian kendaraan motor di area persawahan.

Sedangkan HR (42) warga Desa Betek, Mojoagung, dan K (46) warga Desa Beras Kulon, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, berperan sebagai penadah, barang curian dari kedua tersangka MS dan MR.

“Pelaku berhasil kita amankan tadi malam, dia (red : pelaku) merupakan spesialis pencurian sepeda motor yang diparkir di pinggir-pinggir sawah, yang sedang ditinggal pemiliknya ke sawah,” ujar Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setya Budi, Jumat (7/9/2018).

Masih menurut penjelasan Gatot, dalam melakukan aksinya kedua tersangka ini keliling, menggunakan sepeda motor milik pelaku, untuk mencari sasaran. Saat melihat ada sepeda di pinggir sawah dan tidak ada pemiliknya, kedua tersangka langsung melakukan aksinya.

“Mereka berdua tersangka MS sama MR ini, modusnya naik sepeda motor keliling di area persawahan, saat melihat sepeda motor diparkir di pinggir sawah dan di pinggir jalan, dan pemiliknya tidak ada, kemudian dia rusak kuncinya memakai kunci T, kemudian ia curi,” ungkap Gatot.

Kepada petugas, lanjut Gatot, tersangka mengaku sudah melakukan aksi pencurian di enam lokasi yang berbeda, tepatnya di wilayah Sumobito dan Mojoagung. Usai mendapat hasil curiannya tersangka menjual sepeda motor tersebut ke tersangka HR dan K.

“Kita sudah amankan kedua penadahnya, berikut 4 kendaraan hasil pencurian dan satu unit kendaraan sarana pencurian. Satu unit kendaraan ini dijual tersangka dengan harga 2,5 juta rupiah,” tegas Gatot.

Imbuh Gatot, komplotan ini sudah menjalankan aksinya sejak bulan Juli. Dan saat hendak diamankan salah satu tersangka melawan petugas, sehingga terpaksa harus dilakukan tindakan tegas dan terukur.

Kini Polisi masih melakukan pendalaman atas kasus pencurian tersebut. Polisi juga masih memburu satu tersangka lain yang identitasnya sudah diketahui.
“Menurut pengakuan tersangka aksi ini sudah dilakukan sejak bulan Juli. Saat diamankan tersangka MS melawan sehingga kita lakukan tindakan tegas dengan menembak kakinya,” tukas Gatot.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 363 KUP dengan ancaman pidana kurungan paling lama 7 tahun penjara.(elo)