Bukan OTT, Polres Gresik Belum Tetapkan Tersangka ?

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Polres Gresik belum menetapkan status tersangka pada dua ASN di Inspektorat dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop, UKM dan Perindag) Pemkab Gresik. Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro kepada sejumlah wartawan, Jumat (7/9/2018).

“Bukan OTT seperti yang diberitakan sejumlah media beberapa waktu lalu. Sebab, petugas kami tidak melalukan tangkap tangan kepada 2 orang Aparatur Sipil Negara(ASN) saat dugaan pemberian uang sekitar 149 juta lebih yang ditaruh dalam tas kertas batik warna cokelat,” ujar Kapolres pada Rabu sore.

“Kami juga belum bisa tentukan tersangka dalam kasus tersebut karena masih pendalaman dan melengkapi barang bukti,” sambungnya.

Dia menjelaskan, dalam penangkapan tersebut, petugas Polres selain mengamankan BB uang sebesar Rp 149 juta sekian juta, juga mengamankan 2 orang saksi. Mereka di antaranya, pejabat berinesial MKY dan MZ.

“Kami juga telah panggil atasan MZ berinesial AB untuk dimintai keterangan usai kejadian karena berdasarkan pengakuan MZ, AB yang menyuruh memberikanuang Rp 149 juta itu kepada MKY,”imbuh dia.

Kapolres menyatakan, tiga orang tersebut setelah dilakukan pemeriksaan selama 24 jam kemudian dipulangkan. Ditambahkan, polisi masih mengumpulkan bukti pendukung untuk mendalami dan mengungkap kasus yang menggemparkan warga masyarakat Kabupaten Gresik ini.

Kapolres memaparkan, penyidik Polres Gresik tengah mengagendakan penggeledahan Kantor Inspektorat, Diskop UKM dan Perindag setelah izin turun. Penggeledahan dimaksud untuk mencari bukti tambahan baik berupa dokumen maupun CCTV untuk dikloning.

Ditanya apakah pemberian uang Rp 149 juta terkait dugaan pemeriksaan kasus jual beli Pasar Baru? Kapolres menyatakan, masih mendalaminya.
Dugaan suap Rp 149 juta dari total yang diminta Rp 250 juta terkait kasus dugaan jual beli stan dan retribusidi Pasar Baru, di Jalan Gubernur Suryo Kecamatan Gresik.

Stan pasar berdasarkan ketentuan peraturan daerah (Perda) dibandrol Rp 3 juta perstan, tapi dijual oleh oknum di lingkup Diskop, UKM dan Perindag Pemkab Gresik hingga ratusan juta perstan dengan ukuran antara 1,5 m3 hingga 2 m3.

Sementara 3 saksi yang dimintai keterangan penyidik Polres Gresik usia OTT dengan inisial MKY adalah pejabat Inspektorat Muhammad Kurniawan Yunianto, MZ adalah pegawai Diskop, UKM dan Perindag,Muhammad Zein dan AB adalah Kepala Diskop, UKM dan Perindag Pemkab Gresik, Agus Boediono.

Sayang, ketiga saksi tersebut belum bisa dikonfirmasi kalau mereka adalah tiga orang yang diperiksa Polres Gresik. (lan)