DPRD Trenggalek, Setuju Pembangunan Food Court Dialihkan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Trenggalek,Jawa Timur setelah menerima masa hearing penyampaian aspirasi dari para pedagang yang tergabung dalam Pokdarwis Kecamatan Watulimo, terkait rencana pembangunan food court yang menggunakan APBD tahun 2018 di lokasi wisata pantai Prigi menuai kesepakatan, Senin (10/9/2018).

Puluhan pedagang ini melakukan aksi demo damai, karena lokasi awal pembangunan dinilai akan berdampak pada keberlangsungan para pedagang. Sementara rencana pembangunannya akan dimulai pada bulan September dan selesai pada Desember 2018.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek Mugianto mengatakan, pihaknya telah menampung semua penyampaian aspirasi dari Pokdarwis. Pada intinya mereka setuju dan tidak menolak dengan adanya pembangunan food court. Namun mereka merasa keberatan karena kios atau lapaknya yang baru dibangun dan belum genap satu tahun, kemudian direlokasi.

“ Semua aspirasi kita terima, sebagai bahan pertimbangan mereka membangun kios atau lapak belum genap satu tahun dan itupun biaya sendiri. Setelah melalui pertimbangan dan kajian, kita sepakat pembangunan dialihkan dan mulai dari arah barat,’’ ucapnya.

Menurut Mugianto, perencanaan pembangunan food court sudah disosialisasikan sejak tahun kemarin. Pembangunannya bakal menyerap anggaran hingga Rp 933 juta dan letaknya berada di sepanjang garis pantai Prigi.

” Sebenarnya Pemkab sendiri sudah memperhitungkan dengan adanya pembangunan tersebut dan di pastikan pedagang tidak akan dirugikan. Dinas Pariwisata hanya melakukan penataan ruang lokasi wisata Prigi, ” imbuhnya

Ditambahkan, pada umumnya demonstran tidak menolak adanya pembangunan food court. Bahkan mereka optimis jika semakin banyaknya pembangunan maka ikut memajukan pantai Prigi.

“Intinya, demonstran menginginkan proses awal perencanaan pembangunan di rubah. Yang semula berawal dari timur pantai prigi dirubah menjadi dari barat pantai prigi. Selepas kami mempertimbangkan, diputuskan awal pembangunan food court di mulai dari barat,” pungkasnya.(sup/ham)