DPT Ganda Pemilu 2019 di Jombang, KPU Lakukan Verifikasi Ulang

komisioner bawaslu Jombang, David Budianto, saat ditemui sejumlah jurnalis, di kantor bawaslu

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM:  :Ada tiga ratus lebih data pemilih ganda yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 ditemukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jombang. Jumlah temuan tersebut masih bersifat sementara.

“Jadi, setelah kita cermati kegandaannya, terutama yang nama dan NIK yang ganda. Jadi ada kemungkinan potensinya itu besar. Ketika NIK nya sama, namanya sama, pasti ganda itu. Walaupun nanti, TPS nya berbeda,” terang salah satu Komisioner Bawaslu Jombang, David Budianto, kepada sejumlah jurnalis, Rabu (12/9/2018).

Masih menurut David, bawaslu kini menginventarisir potensi pemilih ganda tersebut untuk kemudian diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang. Pendataan akan dilakukan dengan seluruh Panwascam maupun PPL, untuk mencari pemilih yang tidak memenuhi syarat, semisal yang telah meninggal dunia, hingga peralihan status dari sipil ke TNI/Polri.

“Jadi ketika ada DPT hasil perbaikan ini, kita coba merekomendasikan untuk mana yang TMS, mana yang belum terdaftar, memenuhi syarat tapi belum masuk ke DPT,” ujar David.

Ditambahkan David, Dengan telah ditetapkannya DPT pemilu 2019 oleh KPU Kabupaten Jombang beberapa waktu yang lalu, bisa jadi akan berubah karena adanya faktor penolakan oleh salah satu Partai Politik (Parpol) terkait potensi data pemilih ganda secara nasional beberapa waktu lalu.

Untuk itu, nantinya akan diplenokan ditingkat KPU Kabupaten Jombang pada tanggal 13 September 2018, kemudian tanggal 14 September 2018 tingkat propinsi dan tanggal 16 September 2018 ditingkat KPU RI.

Sementara itu, Ketua KPU Jombang, Muhaimin Sofi, saat dikonfirmasi tentang adanya temuan dari bawaslu, mengenai ratusan DPT ganda, pihaknya mengatakan akan melakukan verifikasi ulang menggunakan e-KTP, dengan metode pencermatan. Dan verifikasi itu dilakukan terkahir pada hari ini, Rabu (12/9).

“DPT ganda yang sudah disampaikan bawaslu, kita cermati, kita lakukan verifikasi. Kalau memang ada DPT ganda maka harus dihapus, sesuai dengan e-KTP masing-masing pemilih. Terkahir hari ini,” ungkap Muhaimin.

Saat ditanya apakah nanti dengan hasil verifikasi ulang tersebut, akan merubah DPT yang sudah ditetapkan, oleh KPU. Muhaimin menjelaskan, bahwa perubahan itu nanti tergantung dari hasil pencermatan ulang DPT, sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Masalah berubah dan tidak melihat keadaan di lapangan, kami tidak bisa menentukan berubah atau tidak. Kalau sesuai aturan harus dihapus kalau ganda. Tetapi ganda itu tidak harus merubah DPT,” tukas Muhaimin.

Perlu diketahui bahwa pada pemilu 2019 nanti jumlah DPT Kabupaten Jombang adalah 991.548 pemilih. Namun setelah dilakukan pencermatan oleh bawaslu sedikitnya ada 302 data pemilih ganda dalam DPT itu.(elo)