KPU Jombang Tetapkan DPT-HP Pemilu 2019

Rapat Pleno terbuka penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan di KPU Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kabupaten Jombang berkurang. Hal tersebut setelah dilakukan penghapusan data ganda pada DPT oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang.

Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019 yang diselenggarakan di, Gedung Husni Kamil Manik, KPU Kabupaten Jombang menetapkan sebanyak 990.029 pemilih pada Pemilu 2019 mendatang.

Menurut Komisioner KPU Kabupaten Jombang Divisi Program dan Data, Abdul Wadud Burhan Abadi mengatakan, dalam penetapan DPTHP pemilu 2019 untuk Kabupaten Jombang terlihat berkurang. Yang sebelumnya, diketahui saat penetapan DPT pada, (21/8) lalu, tercatat sebanyak 991.548 pemilih.

“DPT kita berkurang 1.519,” ujar Burhan pada sejumlah jurnalis, usai pleno, Kamis (13/9/2018).

Penyebab berkurangnya DPT Pemilu di Kabupaten Jombang ini, menurut Burhan, ditengarai adanya data ganda DPT yang ditemukan oleh pihak Bawaslu Kabupaten Jombang.

“Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT, ada rekomendasi dari Bawaslu. Sehingga hari ini kita lakukan tindaklanjut,” terang Burhan.

Selain itu, faktor penyebab adanya data ganda pada DPT Pemilu 2019 ini, dijelaskan Burhan, disebabkan oleh beberapa faktor yang variatif. Mulai dari validasi data kependudukan, hingga faktor pindah kependudukan karena pernikahan dan juga faktor human eror.

“Sebagai contoh saja, jadi orang pindah karena menikah. Setelah kita verifikasi ternyata banyak juga. Dan masyarakat, kadang-kadang tidak disertai dengan perubahan dokumen,”katanya.

Sementara, Ketua Bawaslu Kabupaten Jombang, Ahmad Udi Masjkur mengungkapkan, pihaknya telah merekomendasikan kepada KPU Jombang, data ganda DPT hasil pencermatan Bawaslu Kabupaten Jombang sebanyak 1.168. Yang sebelumnya, terdapat 9.612 data-data potensi identik ganda hasil analisa yang telah dilakukan Bawaslu RI dan diturunkan ke Bawaslu Kabupaten Jombang.

“Ditemukan sekitar 1.168 dari data Bawaslu yang sudah dicermati dan telah dihapus oleh KPU. Dan pencermatan ini dilakukan oleh KPU, Bawaslu dan partai politik peserta pemilu, secara bersama-sama,” pungkas Udi.(elo)