Aksi Nekat Seorang Ibu Rela Jual Ginjal Demi Biaya Pengobatan Anak

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Sejak anaknya di vonis menderita penyakit Hirschprung Disease atau kelainan pada usus oleh sang dokter, membuat hati seorang ibu terenyuh serta bingung tentang biaya pengobatan yang harus di lakukan demi kesembuhan sang buah hati bahkan jika harus dengan cara menjual ginjalnya sang ibu rela melakukannya.

Pasangan suami istri, Jainul dan Fitri warga Dusun Balong, Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, saat ditemui di rumahnya tampak bersedih dan tetap tegar melihat derita yang menimpa sang buah hati bernama Ghani Dzakir al Hamzah, 18 bulan. Penyakit mendera Ghani berlangsung sejak baru lahir hingga sekarang.

Dalam kesempatan itu Fitri sang ibu menyampaikan keluhan tentang sakit yang diderita anaknya. Awal mula penyakit yang diderita Ghani pada saat berusia 15 hari muncul dalam perutnya benjolan seperti usus tersumbat sehingga tidak bisa buang air besar.
Beragam cara dilakukan dalam usaha berobat ke rumah sakit, mulai dibawa ke RS Mutiara Hati di Mojokerto hingga 4 kali, serta di bawa ke RS Muhammadiyah Lamongan namun kondisi Ghani tidak kunjung membaik hingga oleh pihak RS Muhammadiyah Lamongan dirujuk ke RS Dr Soetomo, Surabaya. Namun Setelah dilakukan 8 kali operasi usus hingga saat ini, Ghani tidak berujung sembuh, namun tubuhnya makin kurus kering. Makanan yang dimakan tidak diproses dalam perutnya tetapi langsung keluar melalui lubang anus buatan.

Karena kondisi ekonomi orangtuanya yang hanya pekerja serabutan, dari kuli bangunan hingga tukang linting rokok tembakau, rasanya sangat menyiksa saat di haruskan membeli stomabag. Sedangkan rata-rata kebutuhan stomabag hingga 5 kali sehari. Dimana harga stomabag nya 60 ribu per satuannya.

“Pekerjaan suami hanya seorang pekerja serabutan sangat minim pendapatan, padahal setiap hari butuh biaya yang tidak sedikit” ungkap Fitri sang ibu dengan nada sedih. Kamis (13/09/2018)

Dalam kebingungannya itu menjadikan Fitri terpaksa melakukan cara dengan menjual ginjal miliknya. Ia menawarkan melalui media sosial Facebook namun belum ada seorangpun yang berkeinginan membeli ginjal yang ia tawarkan sebagai biaya pengobatan demi kesembuhan anaknya.

“Ya mas terpaksa saya lakukan menjual ginjal saya ini sebagai biaya berobat anak saya tapi sampai sekarang belum ada yang respon” tuturnya

Sementara itu aparat desa Khususnya Kepala Desa Sumberdadi dan bidan terkesan acuh dan membiarkan kondisi anaknya Fitri. Saat di konfirmasi masalah ini ke Kepala Desa Sumberdadi terkesan menghindar, tidak mau menemui. Beberapa kali memencet bel rumahnya hanya keluar seorang nenek yang mengatakan jika kepala desa sedang tidur

“Orangnya lagi istirahat tidur,” ungkapnya singkat

Berbagai macam cara sudah dilakukan kedua orangtua untuk mencari biaya pengobatan anaknya namun karena faktor keterbatasan ekonomi langkah nekatpun dilakukan sang ibu dengn menjual ginjal miliknya.

“Kami sudah menyampaikan permohonan ke perangkat desa tetapi hasilnya nihil. Ya karenanya mungkin dengan niatan jual ginjal ini jadi satu solusi,” pungkas Fitri sambil berharap ada pihak yang bisa membantu biaya pengobatan anaknya.

 

Jurnalis  : Omdik/Ferry/Bisri

Editor      : Arso

Sumber  : Kanal Lamongan