Sepasang Kekasih Edarkan 50.000 Pil Dobel L Disergap Saat Bertransaksi

GRESIK,KANALINDONESIA.COM–  Sepasang kekasih HS (33) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo dan N (31) warga Desa Mojosari, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, diamankan polisi seusai kedapatan hendak mengedarkan sebanyak 50.000 pil dobel L.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, HS sudah lama menjadi target bidikan.

Ia dan N lantas diamankan saat hendak bertransaksi dengan calon pembeli di halaman sebuah masjid di Jalan Raya Legundi, Kecamatan Driyorejo, Gresik, pada Minggu (9/9/2018) dinihari.

“Berkat informasi dari masyarakat, anggota reskrim Polsek Cerme kemudian berhasil mengamankan kedua tersangka, saat janjian dengan calon pembeli di halaman masjid di Legundi, Minggu dinihari sekitar pukul 03.30 WIB,” ujar Wahyu di Mapolres Gresik, Kamis (13/9/2018).

Lamanya waktu jeda antara penangkapan dengan rilis ke media, lantaran pihaknya ingin melakukan pengembangan lebih lanjut terkait kasus ini.

Termasuk, mengungkap jaringan besar di belakang kedua tersangka.

“Karena melihat barang bukti yang diamankan, tidak menutup kemungkinan ada jaringan besar di belakang tersangka,” tutur Wahyu.

“Ini kami juga terus berkoordinasi dengan jajaran Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim untuk pengembangan, lantaran dari pengakuan HS mendapatkan pil-pil ini dari wilayah luar Gresik,” ucap dia.

Tersangka HS mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Wilayah Krian, Sidoarjo, dan kerap memasarkannya di Gresik. Tersangka menyebut baru dua bulan menjadi kurir narkoba.

“Satu bungkus berisi 1.000 pil, biasa jual Rp 800.000. Biasanya saya dapat untung Rp 100.000 untuk satu bungkus, dapatnya dari Krian sendiri dan dipasarkan ke Gresik,” kata HS.

Ia menambahkan, antara dirinya dengan tersangka N hanya sebatas teman. HS mengaku sudah memiliki istri dan dua anak.

Selain 50.000 pil dobel L, petugas kepolisian juga menyita satu unit mobil Honda Jazz dengan nopol W 843 BC, dua unit telepon seluler, serta uang tunai senilai Rp 1,5 juta sebagai barang bukti.

Perbuatan yang dilakukan, kedua tersangka dijerat pasal 196 dan atau 197 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. (lan)