Panwascam Masih Dalami Dugaan Kampanye Terselubung Di Acara PGRI Jombang

Pengawas Pemilu Lapangan Kebontemu, Peterongan Jombang, Munir, saat menunjukkan APK milik bacaleg dari partai Demokrat yang beredar di acara PGRI

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Peterongan, akan mendalami adanya dugaan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) yang terjadi pada acara pembinaan anggota PGRI Pengurus Cabang Jombang di SDN kebontemu, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Pasalnya, Panwascam Peterongan, sudah mengantongi beberapa alat bukti. Diantaranya yakni selebaran yang tertera kalimat “Mohon doa restu serta dukungannya di Pileg 2019 seduluran sak lawase nderek paklik”.

Diketahui juga dalam selebaran tersebut, Bacaleg tersebut mewakili Dapil VIII Jatim dengan daerah pemilihan Kab/Kota Madiun, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang dan Kab/Kota Mojokerto.
Ketua Panwascam Peterongan, Abd Adim (42), menegaskan, pihaknya akan melakukan pendalaman terkait adanya kegiatan pencalonan legislatif DPR-RI dari Partai Demokrat atas nama Dr H Rasiyo M.Si, dengan Nomor Urut 4.

“Sementara kita rembuk dulu di Panwascam. Kemudian, mungkin nanti ada arahan apa, sekiranya nanti bisa dilanjutkan maka akan kami lanjutkan,” kata Adim saat ditemi sejumlah jurnalis, Jumat (14/9/2018).

Masih menurut penjelasan Adim, pihak Panwascam Peterongan telah menemukan kegiatan kampanye di SDN Kebontemu dengan melakukan pembagian Alat Peraga Kampanye (APK), kepada para peserta pembinaan anggota PGRI Jombang.

“Saya menemukan APK, itu yang menurut saya pelanggaran. Jadi ada tiga ruangan, di ruangan kedua dan ketiga itu yang kita temukan APK tersebut,” tegasnya.

Lanjut Adim, pihak Panwascam Peterongan sempat meminta keterangan dari Ketua Panitia acara mengenai adanya pelanggaran Pemilu di acara pembinaan anggota PGRI di SDN Kebontemu, Peterongan, Jombang.

Dari keterangan yang diperoleh pihak Panwascam Peterongan, Ketua Panitia acara mengaku tidak mengetahui adanya APK yang beredar di acara pembinaan anggota PGRI itu.

“Tadi ketika saya konfirmasi ke Ketua Panitianya, dia itu justru mengatakan tidak tahu soal APKnya,” terang Adim.

Atas peristiwa tersebut, Ketua Panwascam Peterongan, seketika itu langsung melakukan tindakan, dengan memberhentikan kegiatan pembinaan anggota PGRI Jombang yang berlangsung di SDN Kebontemu.

“Kita semua dari Panwas Kecamatan Peterongan langsung melakukan penindakan, dengan secepatnya kegiatan itu cepat diselesaikan. Karena memang terbukti ada APK yang berjalan di kegiatan tersebut,” pungkas Adim.

Sementara, saat sejumlah wartawan ingin mengkonfirmasi ke kantor PGRI Pengurus Cabang Kabupaten Jombang di Jl Cak Durasim No 6, Kelurahan Kepanjen,

Kecamatan/Kabupaten Jombang, Ketua PGRI Jombang tidak berada di lokasi, dan kantor dalam kondisi tertutup dan terkunci.(elo)