Jalan Rusak Akibat Pembangunan Tol Soker, Warga Mengeluh

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Adanya aktifitas pembangunan tol Surabaya – Kertosono (Soker), di Jombang, tepatnya di Desa Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, membuat infrastruktur jalan Desa di area tersebut rusak.

Rusaknya jalan Desa tersebut, dikarenakan banyaknya kendaraan berat yang melintas, dengan membawa alat berat maupun matrial pengurukan jalan diwilayah itu.

Atas rusaknya jalan tersebut, sejumlah warga setempat, melakukan protes, dan menuntut agar pihak pelaksana pembangunan jalan tol, yakni China Road Bridge Corporation (CRBC), segera memperbaiki jalan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh warga Desa Bandar Kedungmulyo, Muri (68), pada sejumlah jurnalis, dalam acara mediasi pembangunan proyek tol Bandar Kedungmulyo Jombang (Soker) di Polres Jombang.

Menurut Muri, jalan di Desanya dulu sangatlah bagus kualitasnya. Dan semenjak ada proyek pembangunan jalan tol, jalan di desanya kini rusak. Apalagi saat ini musim penghujan. Jalan yang rusak penuh dengan lumpur. Tak jarang anak sekolah yang jatuh di jalanan Desa itu.

“Jalan di Desa saya sebelum ada tol, itu jalannya bagus pak, aspalnya saja korea. Setelah dilewati tol, khususnya beberapa kendaraan besar, sekarang jalannya rusak. Kalau hujan pak, itu jalannya penuh lumpur, banyak anak sekolah jatuh, terus kena lumpur akhirnya pulang gak sekolah,” ujar Muri, Jumat (14/9/2018).

Dan kalau saat musim kemarau seperti saat ini, lanjut Muri, jalan yang rusak itu membuat warga yang melintas tidak nyaman, karena jalannya sudah kering dan bergelombang.

“Sekarang musim kemarau, jalannya sekarang seperti naik kuda, karena rusak,” tegas Muri.

Masih menurut penjelasan Muri, saat ini pembangunan tol sudah selesai, dan mengenai jalan yang rusak tadi, pihak siapakah yang akan bertanggung jawab untuk memperbaiki.

“Pembangunan tol sekarang sudah selesai, nah ini siapa pak yang memperbaiki. Ini habis manis sepah dibuang pak,” keluh Muri.

Dalam acara mediasi di Polres Jombang itu, selain dihadiri warga Desa Bandar Kedungmulyo, untuk didengarkan keluhan, serta tuntutannya, tampak hadir pula, Fajar selaku staf PPK pembangunan jalan tol ruas Saradan-Kertosono, Mr Co perwakilan dari CRBC, Pemda, Camat, Kades, serta Kapolres Jombang, AKBP Fadli.

Menanggapi keluhan warga Desa Bandar Kedungmulyo itu, Fajar selaku staf PPK dari Kemetrian PU, menjelaskan bahwa mengenai perbaikan jalan tersebut, pihaknya sudah memerintahkan pihak CRBC untuk memperbaiki. Dan rencana perbaikan jalan itu, direncanakan usai pembangunan proyek tol Soker selesai 100 %.

“Progres pekerjaan di kita ini 80 % mbah, dan di tahun ini kita akan selesaikan pada tahun ini sesuai dengan intruksi dari Pak Jokowi. Sesuai dengan kontrak kita akan memerintahkan pada CRBC selaku pelaksana atau kontraktor pembangunan untuk melaksanakan pembangunan jalan yang rusak, jika jalan Desa memang sudah tidak digunakan sebagai akses kendaraan proyek tol,” papar Fajar.

Dan saat ini, imbuh Fajar, pihak Desa sudah mengajukan proposal pembangunan jalan pada CRBC. “RAB yang diajukan oleh pihak Desa itu sudah diterima oleh CRBC pada hari Jumat kemarin, dan itu nanti kita masih harus melakukan evaluasi mbah. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab kontraktor (red : CRBC),” tegas Fajar.

Sudah diterimanya proposal tersebut memang di akui oleh pihak CRBC. Namun saat ini, pihak CRBC masih melakukan evaluasi, karena dinilai RAB pembangunan jalan Desa itu terlalu mahal.

“RAB nya kemarin sudah kita terima, dan dinilai masih terlalu mahal biaya pembangunan jalannya. Mungkin akan diadakan pertemuan dengan pihak Desa terkait penyesuaian harga, kalau harga yang diberikan ini standar dengan kemampuan yang dimiliki CRBC maka pekerjaannya akan dipercayakan pada Desa untuk melaksanakan pekerjaan itu,” ujar Mr Co, dari CRBC.

Sementara itu, Camat Bandar Kedungmulyo, Mahmudi, membenarkan adanya rencana pembangunan oleh pihak CRBC, namun rencana itu masih menunggu proses pembanguna tuntas 100 %. Hal ini dikarenakan agar jalan yang sudah diperbaiki tidak rusak lagi, jika nanti proyek tol memang masih belum selesai 100 %.

“Sebenarnya sudah ada kesepakatan antara Kepala Desa dengan pihak CRBC yang diketahui oleh pihak Muspika (red : Camat, Polsek, Danramil). Kesepakatannya setelah proyek tol selesai baru dikerjakan. Tapi masyarakat beranggapan kalau saat ini proyek tol sudah selesai kenapa belum diperbaiki,” terang Camat.

Meski sudah ada titik terang, namun dalam forum mediasi tersebut, belum menemui hasil yang pasti. Hal ini dikarenakan masih ada kendala lain, yakni pembangunan mushola yang ada di jalur tol tersebut.

Pasalnya, mushola yang berada di jalur tol tersebut dirobohkan. Namun hingga saat ini bangunan pengganti mushola di wilayah itu belum juga kunjung dibangun oleh pihak pelaksana tol.

“Saya mohon pada CRBC mohon jangan sekali-kali membongkar mushola kalau belum ada pengganti, kalau sudah ada pengganti dan layak untuk ibadah silahkan di bongkar,” ujar Suyono, Kades Bandar Kedungmulyo.
Hingga kini, mediasi antara warga dengan CRBC belum menemui titik kesepakatan. Mediasi tersebut berjalan alot. Rencananya mediasai akan dilanjutkan lagi pada hari Selasa minggu depan.(elo)