Gunung Suru Lembor Lamongan, Hadirkan Wisata Edukasi Alam

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Lamongan tak pernah kehabisan tempat wisata. Setelah sebelumnya Pantai Kutang di Desa Labuhan dan Pohon Trinil di Dusun Wide, Desa Sendangharjo, kini satu lagi wisata baru muncul. Warga menyebutnya Gunung Suru Lembor di Desa Lembor.

Sebelum menjadi tempat wisata, Gunung Suru Lembor merupakan pegunungan kapur biasa sebagaimana umumnya pegunungan kapur yang ada di bagian utara Lamongan. Namun, masyarakat sekitar memiliki ide untuk mengubah pegunungan kapur itu menjadi lebih bermanfaat.

Destinasi baru di Lamongan yang terletak di Desa Lembor, Kecamatan Brondong ini, mengusung konsep wisata edukasi, sehingga wisatawan bisa bersentuhan langsung dengan alam.

“Yang kita suguhkan adalah panorama, jadi ketika berada di atas bukit itu, pengunjung dapat memandang luas melihat laut, perbukitan, hutan, dan lain-lain,” kata Kepala Desa Lembor, M. Naim, Jum’at, (14/9/2018).

Di Wisata Bukit Suru Lembor, dikatakan Naim, akan disediakan bumi perkemahan, lokasi Out Bound, Family Camping, Home Stay, Panjat Tebing, dan lokasi Wedding Out Door.

Namun, Naim menjelaskan, Wisata Bukit Suru Lembor ini belum sepenuhnya tuntas dikerjakan, karena sampai saat ini masih dalam proses pembangunan.

“Untuk pembangunannya baru 20 persen. Tapi kita terus berbenah, semakin hari semakin kita sempurnakan,” tuturnya.

Meski masih dalam tahap pembangunan, namun di lokasi tersebut sudah terdapat beberapa wahana dan fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung, diantaranya spot selfie atau swafoto dan gazebo untuk menikmati suasana perbukitan yang asri.

“Fasilitas yang sudah ada saat ini tentu saja jalan masuk, tempat parkir yang cukup luas, gazebo sudah kita bangun, spot selfie yang banyak dicari anak-anak muda juga ada empat tempat, tangga menuju bukit juga sudah ada, warung juga sudah ada,” ujarnya.

Empat spot swafoto yang tentunya instagramable, ada yang bernama “Pintu Langit”. Di spot pintu langit ini, pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang langit dan pemandangan alam yang membentang. Apabila foto diambil dari sisi sebaliknya akan terdapat latar belakang gunung Suru Lembor.

Yang kedua, dikatakan Naim, adalah spot swafoto bintang atau yang biasa disebut “Dream Star”, namun latar belakang dream star ini sama dengan Pintu Langit.

Selanjutnya adalah spot swafoto “Studio Alam”, yang biasa disebut anak-anak muda dengan pigora kehidupan, karena bentuknya yang menyerupai pigora super jumbo. Naim, menyebut yang terakhir dengan bacground tulisan gunung suru lembor.

Walaupun belum selesai seratus persen dan masih banyak kekurangan, dikatakan Naim, sudah banyak pengunjung yang berdatangan.

“Awalnya hanya berasal dari wilayah Lamongan saja, tapi sekarang sudah ada yang dari Bojonegoro, Gresik dan Tuban. Pokoknya kota-sekitar Lamongan,” tuturnya.

Untuk biaya menikmati keindahan Wisata Bukit Suru Lembor, pengunjung tak perlu merogoh kantong dalam-dalam, karena hanya pengunjung dewasa saja yang dikenakan biaya, sedangkan untuk anak-anak masih gratis.

“Per orangnya 5 ribu. Di dalam sudah bebas, di spot selfie juga bebas, tidak ditarik biaya lagi. Untuk parkir, roda dua 2000 rupiah, roda empat 5000 rupiah,” katanya.

Lebih lanjut Naim membeberkan, pembangunan Wisata Bukit Suru Lembor ini, murni dilakukan oleh desa setempat. Bahkan untuk pengelolaannya juga dikelola langsung oleh pemuda desa.

“Pelaksana pembangunannya tentu timlak desa, tapi untuk pelaksana kegiatan pariwisatanya kita serahkan ke Karangtaruna Desa Lembor,” ujar Naim.

Menurutnya, hadirnya Wisata Bukit Suru Lembor tidak hanya membuka peluang kerja bagi pemuda desa, keberadaan destinasi wisata baru ini juga membuat perekonomian warganya menjadi lebih hidup.

“Dengan adanya wisata ini tentu perekonomian juga bergerak, bagi warga yang bisa membuat makanan atau kerajinan bisa dijual di sini,” ucap Naim.

Praktis, hadirnya Wisata Gunung Suruh Lembor ini, menambah daftar panjang destinasi wisata di kawasan Pantura Lamongan. Sebelumnya di kawasan Pantura sudah ada Wisata Bahari Lamongan (WBL), Maharani Zoo dan Goa, dan wisata religi Sunan Drajat.(omdik/fer/bis)