Di Trenggalek, Wakil Ketua MPR-RI Tekankan Generasi Muda Harus Pahami dan Terapkan 4 Pilar Kebangsaan

Wakil Ketua MPR-RI Dr,H Mahyudi saat mensosialisasikan 4 Pilar MPRRI

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Mahyudi melakukan kunjungan kerja (kunker) di Trenggalek Jawa Timur, Senin (17/9/2018). Kunjungan tersebut berkaitan dengan sosialisasi Empat Pilar MPR-RI.

Mahyudi sangat berharap agar para generasi muda saat ini bisa memahami dan mengamalkan Empat Pilar MPR RI. Hal ini disampaikan pada saat sosialisasi di Pedapa Magala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek Jawa Timur yang di hadiri oleh fatayat, muslimat, pelajar dan tamu undangan lain.

Empat Pilar MPR RI tersebut, yakni Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

” Empat Pilar MPR RI ini sangatlah dibutuhkan oleh generasi muda saat ini, agar mengalami kemajuan dalam hal bidang apa pun dan kemajuan tersebut merata di seluruh Indonesia. Untuk itu harus sepenuhnya paham akan nilai-nilai luhur bangsa sesuai Empat Pilar,” ucap Wakil Ketua MPR RI Mahyudi.

Menurut Mahyudi, Empat Pilar MPR RI mempunyai peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tujuannya agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif. Perhatian pada nilai-nilai luhur bangsa merupakan modal dasar membentuk generasi muda yang berkualitas, memiliki rasa nasionalisme tinggi, dan pekerja keras.

” Memang saat ini tahun politik dan seiring dengan kemajuan zaman modern, kami berharap kepada para generasi muda dan masyarakat umum disini agar berhati-hati dan waspada jangan mudah terprofokasi,’’ tuturnya.

Lebih lanjut Mahyudi menegaskan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dipegang teguh demi persatuan dan kesatuan bangsa. Pancasila merupakan ideologi dan konsesus nasional untuk mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk.

“ Pancasila juga merupakan sumber jati diri, kepribadian, dan moralitas, untuk menjaga persatuan bangsa. Perbedaan agama, suku, dan ras bukanlah halangan untuk NKRI yang bersatu,’’ pungkasnya.(sup/ham)