Polisi Masih Memburu Pelaku Pengunggah Foto Oknum yang Pamer Alat Kelamin di Medsos

Kapolsek Tembelang, AKP Ismono Hadi

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Dalami kasus beredarnya foto oknum perangkat desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang, Jombang, yang pamer alat vital dan sempat viral di media sosial. Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Tembelang, kini mulai memburu pelaku penggungah foto.

Selain itu Polisi, juga masih terus mendalami penyebaran foto oknum perangkat Desa yang tak senonoh tersebut. Pasalnya, polisi menduga ada unsur pemerasan.

“Dari hasil pemeriksaan sementara unsurnya mengarah pada pemerasan. Tapi ini masih proses, (mengejar pelaku pengunggah),” kata Kapolsek Tembelang, AKP Ismono Hadi, saat dikonfirmasi sejumlah jurnalis, Selasa (18/09/2018).

Masih menurut Ismono, unsur pemerasan itu diketahui setelah oknum perangkat desa berinisial S itu, melapor jika foto tak senonoh dirinya tersebar di Media Sosial Facebook oleh akun bernama Puput Putri. Dalam laporan, S, mengaku diperas kerena dimintai sejumlah uang oleh seorang perempuan yang dikenalnya selama dua hari.

“Karena pak S tak mau memberi uang, foto tersebut lantas di unggah ke medsos. Jadi perkenalan itu lah yang membawa pak S, kerap berkomunikasi melalui Video Call dengan si cewek. Nah, disitu si cewek minta pak S, menujukkan alat vitalnya. Kemungkinan direkam sama si perempuan itu tapi ini masih kita kembangkan katanya ada videonya,” terang Ismono.

Sayangnya hingga kini polisi masih belum mengetahui secara pasti dimana foto tersebut dibuat. Polisi mengaku masih perlu melakukan penyelidikan karena kasus tersebut dinilai melanggar Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ini unsurnya ada hubungannya dengan ITE dan pemerasan. Kita juga belum tau kenapa pak S, mau menujukkan alat vitalnya. Tapi ini masih kita kembangkan, agar semuanya terang benderang,” pungkas Ismono.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, melakukan aksi unjuk rasa dengan melurug kantor balai desa setempat.

Warga meminta, perangkat desa berinisial S mundur dari jabatanya karena sudah nekad berbuat tak lazim dengan memamerkan alat vitalnya. Parahnya lagi, foto pamer alat vital sang perangkat desa ini dibuat di kantor balai desa setempat.(elo)