Kasus Sajam Peringkat Atas Disusul Bondet dan Curas

BaNGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Kasus senjata tajam (sajam) menjadi peringkat teratas, disusul penyalahgunaan bahan peledak (handak) berupa bondet, pencurian dengan kekerasan (curat), kasus curanmor berupa begal sepeda motor dengan senjata mainan anak – anak serta kasus pencurian dengan pemberatan (curat) mewarnai Operasi Sikat Semeru 2018 Polres Bangkalan yang digelar selama dua pekan. Tepatnya dari tanggal 5 – 12 September 2018.

“Operasi Sikat Semeru 2018 selama 12 hari, Polres Bangkalan dan Polsek Jajaran berhasil mengungkap 26 kasus. Diantaranya, 18 kasus sajam diperingkat teratas, 5 kasus curas, 1 kasus curat, handak dan curanmor,” terang Kapolres Bangkalan. AKBP Boby Paludin Tambunan kepada puluhan awak media saat menggelar konfrensi pers tadi siang di Mako Polres Bangkalan, Kamis, (19/9/2018).

Dari 26 kasus yang berhasil terungkap, ada beberapa yang sempat menyita perhatian. Diantaranya kasus begal yang dilakukan oleh tersangka inisial J (45 tahun) warga Dusun Timur Sumber Desa Longkek Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Saat melakukan begal sepeda motor di diwilayah hukum Polsek Blega. Menggunakan senjata mainan anaknya. Kemudian kejahatan menggunakan bahan peledak berupa bondet untuk membunuh keluarganya sendiri dilakukan oleh TW (52 tahun) warga Desa Tengan Kecamatan Klampis Bangkalan.dan tersangka MY (33) warga Kampung Monjeret Desa Alang – Alang Kecamatan Tragah yang didor kaki kanannya karena melawan saat hendak ditangkap aparat.

Kapolres Bangkalan berharap dengan digelarnya Operasj Sikat Semeru 2018 tersebut. Masyarakat merasa sman, nyaman dan keamanan di wilayah hukum Polres Bangkalan semakin kondusif.

“Saya berharap masyarakat merasa aman, nyaman, tenang dari tetbebas dari kasus penyakit masyarakat yang cukup metesahkan tersebut,” pungkasnya. (yans).