Pemilu 2019, Panglima TNI Tegaskan Bahwa Prajurit TNI Netral

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto saat ziarah ke makam Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Tradisi ziarah makam yang dilakukan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, nampaknya diteruskan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kegiatan ini dilakukan jelang HUT TNI ke 73 pada 5 Oktober mendatang. Rombongan Panglima TNI ini, didampingi para pejabat utama dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, melakukan ziarah ke makam Presiden RI ke – 4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di makam keluarga Pondok Pesantren Tebuireng Kecamatan Diwek.

Dalam kunjungannya tersebut, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa anggota institusi yang ia pimpin akan menjaga netralitas dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

“Netralitas TNI, seperti yang saya lakukan bersama Polri bahwa, institusi terbesar di negeri ini adalah TNI-Polri. Oleh sebab itu, saya bersama Kapolri melakukan safari ke Kotama (komando utama), ke Polda maupun ke Kodam untuk memberikan penekanan tentang pentingnya netralitas,” ujar Marsekal Hadi pada sejumlah jurnalis, usai ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rabu (19/9/2019).

Masih menurut Panglima TNI, pihaknya telah memberikan pembatasan kepada prajurit TNI dengan memberikan buku saku pegangan saat melakukan pengamanan, agar tidak melanggar netralitas TNI. Panglima TNI juga tidak main-main dan akan menindak tegas bagi prajurit yang terbukti melanggar.

“Sanksi tegas apabila melanggar. Oleh sebab itu saya minta bantuan rekan-rekan media, apabila ada prajurit TNI yang melanggar netralitas, mungkin membantu salah satu calon, laporkan kepada TNI melalui Puspen TNI. Sanksinya adalah mulai dari tidak dinaikkan pangkat, pendidikan, dan jabatan,” kata Panglima TNI.

Lanjut Panglima TNI, ‘nasib’ karir seorang anggota TNI sangat bergantung pada pendidikan, jabatan maupun kepangkatan. “Maka dari itu jika seperti itu (red : terdapat pelanggaran) maka selesai sudah,” pungkas Marsekal Hadi.(elo)