Baznas Standarisasi Keberhasilan Pemberdayaan Zakat

JAKARTA, KANALINDONESIA COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LazisMu) dan Social Return On Investment (SROI) Network Indonesia menggelar acara Baznas Development Forum 2018.

Acara ini diselenggarakan di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Mengusung tema Zakat sebagai Investasi Sosial, hadir sebagai pembicara antara lain Ketua Baznas Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA CA, Anggota Baznas Nana Mintarti, Direktur Utama LazisMu Hilman Latief dan Rini Suprihartanti dari SROI Network Indonesia.

Baznas Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA CA, mengatakan pihaknya sedang mengembangkan ukuran dan standarisasi keberhasilan pemberdayaan zakat melalui metode Social Return on Investment (SROI).

“Standarisasi ukuran keberhasilan program-program pemberdayaan zakat ini dirasa perlu agar pemanfaatan dana umat dapat tepat sasaran dan berdampak signifikan dalam kesejahteraan mustahik, baik jasmani maupun spiritual,” ujar Bambang Sudibyo kepada Kanalindonesia.com disela-sela acara di Pusat Dakwah Muhamadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Rini Suprihartanti dari SROI Network Indonesia,. menjelaskan Social Return on Investment (SROI) merupakan salah satu metode pengukuran dampak yang kini makin banyak digunakan.

Inisiasi pengembangan  SROI Network Indonesia dimulai sejak tahun 2014 oleh sekelompok mitra pendiri yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, peneliti dan pengembang berbagai program-program investasi sosial.

“Kami ingin membangun kemitraan yang dapat mengimplementasikan dan mengembangkan konsep SROI di Indonesia,” kata Rini.

Baznas Development Forum ini sendiri adalah pertemuan rutin sebulan sekali sejak April 2018 dengan melibatkan para pegiat zakat di Indonesia. Tujuannya untuk mendorong berbagai gagasan, kajian, dan kerjasama Organisasi Pengelola Zakat Indonesia.

Acara kali ini dihadiri sekitar 50 peserta berasal dari unsur Penggiat Zakat yakni Baznas dan Lembaga Amil Zakat baik pada tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam acara ini, para pembicara berbagi pengalamannya tentang perkembangan terkini model-model pengukuran dampak dari pengelolaan zakat di Indonesia. @Rudi