Batas Waktu Verifikasi 10 Hari Lagi Dukcapil Lakukan Percepatan Pendataan

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Prosesikasi rumah rusak masih menjadi permasalahan. Hingga saat ini masih banyak data rumah yang belum masuk verifikasi. Sementara batas waktu verifikasi rumah rusak diperkirakan hingga akhir September ini.

Kepala Dinas Dukcapil Sahabudin mengatakan, hal yang masih menjadi permasalahan saat ini adalah terkait data yang telah di SK kan bupati. Banyak data rumah rusak berat yang belum keluar.

Hal tersebut diperkirakan karena beberapa hal. Dimulai dari daftar nama yang tidak sesuai dengan dokumen kependudukan. Selain itu, data yang diberikan Pemda di SK itu bisa kemungkinan berbeda dengan data pada dokumen induknya.

“Dan yang terakhir mereka memang belum melakukan updating data,” ujarnya, Kamis (20/9/2018).

Ia mencontohkan seperti kejadian beberapa hari sebelumnya. Ada salah satu warga Lombok Utara masih menggunakan Kartu Keluarga (KK) lama. Sedangkan KK dibawah 2011 datanya sudah terhapus dari sistem.

“Sudah dibenamkan istilahnya atau di nonaktifkan datanya,” sambungnya.

Sehingga  ketika dilakukan pencarian nomor NIK,  tidak ditemukan. Otomatis pihaknya harus mengangkat lagi data itu. Ia berharap masyarakat ini bisa datang ke dinas untuk mendapatkan dokumen baru.

“Data yang sekarang ada di kami itu dari wajib KTP Elektronik,” akunya.

Berdasarkan data yang sudah dibersihkan, hanya sekitar 5 persen per Desember 2017. Namun NIK akan tetap ada jika masih memiliki kartu keluarga yang sudah updating status.

” Bisa saja memang kartu elektronik mereka belum ada , tapi dengan NIK nya kan bisa,” pungkasnya.

Ia yakin semua warga sudah memiliki NIK jika sudah tercantum oleh Kepala Keluarga di KK yang bersangkutan. Ia mengungkapkan jika SK yang ada saat ini berjumlah 23 ribuan. Jumlah ini masih sedikit dibandingkan jumlah keseluruhan penduduk Lombok Utara. Sementara waktu verifikasi diperkirakan akan berakhir hingga akhir September ini.

“Makanya kita lakukan percepatan ini. Kita melakukan pendataan untuk NIK saja untuk keperluan verifikasi,” tandasnya. (Idam)