Atasi Masalah Permodalan Pelaku Ekonomi Kreatif, Bekraf dan Suryo Alam Gelar Workshop

Anggota Komisi X DPR RI, Suryo Alam usai membuka workshop pemanfaatan data dan strategi usaha di hotel Yusro Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA. COM: :Dalam rangka mengatasi persoalan permodalan pada pelaku usaha ekonomi kreatif di Jombang, Jawa Timur, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan anggota Komisi X DPR RI, Suryo Alam, menggelar kegiatan workshop di Hotel Yusro Jombang.

Workshop pemanfaatan data dan strategi usaha ini, diikuti oleh seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam hal ini Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Jombang.

“Hari ini kita focus di permodalan, bagaimana menambah modal atau mencari modal, baik pada badan penyedia permodalan ataupun bantuan dari pemerintah,” ujar Suryo Alam, pada sejumlah jurnalis, Sabtu (22/9/2018).

Masih menurut penjelasan Suryo Alam, mengingat keberadaan Bekraf ini hanya di pusat, maka untuk menunjang persoalan permodalan dan lain sebagainya perlu dukungan dari pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Dan dukungan tersebut bisa berbentuk memorandum of understanding (MoU), antara pihak Bekraf dan Pemda setempat.

“Karena kita perlu di endors, bekerjasamanya di sanalah,” ungkap Suryo Alam.

Lanjut Suryo Alam, di Kabupaten Jombang, usaha ekonomi kreatif ini nampaknya sudah mendapat respon positif. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya komunitas-komunitas para pelaku usaha ekonomi kreatif, yang sudah terbentuk secara otomatis.

“Setidaknya sarana untuk komunikasi diskusi di Jombang sudah ada dan saya juga ada di group-group itu. Dan itu dari masyarakat untuk masyarakat juga sih,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Peraturan Perundang – undangan Bekraf, Franc Orlando, menuturkan memang selama ini ada 5 kendala yang sering dialami oleh pelaku usaha ekonomi kreatif.
Dan untuk itulah perlu adanya strategi usaha untuk mengatasi hal itu. Salah satunya dengan adanya kerjasama dengan Pemda.

“Kolaborasi kita dengan Dewan, lembaga riset, dan pemerintah kabupaten atau kota, itu sangat efektif,” tegas Franc.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas), Masduqi Zakarya, menuturkan bahwa, pasca masuknya Bekraf ke Jombang, ini pihaknya menghimbau pada para pelaku usaha untuk, menindaklanjuti kegiatan tersebut.

Hal ini bertujuan, agar program yang selama ini berada di pusat, khususnya di Bekraf, bisa memberikan dampak positif pada pelaku usaha ekonomi kreatif di kota santri.

“Karena kegiatan itu tidak bisa muncul dengan tiba-tiba, butuh usulan, yang masuk dalam perencanaan. Selama ini bekraf ini belum menerima usulan dari panjenengan, maka harapan kami setelah kegiatan ini, ada usaha yang terbentuk,” terang Masduqi.

Upaya yang bisa dilanjutkan oleh para pelaku usaha ini, lanjut Masduqi, bisa dilakukan dengan penyusunan proposal, untuk kegiatan-kegiatan ekonomi kreatif. Selanjutnya, Masduqi juga berharap pasca workshop ini ada usulan yang bisa di akomodir oleh Bekraf, maupun pemda.

“Program itu bukan Top down tapi berupa usulan dari panjenengan (red : pelaku usaha ekonomi kreatif). Pengajuan itu nantinya bisa berkaitan dengan pelatihannya, atau peralatan usaha yang menunjang usaha anda. Dalam kesempatan yang baik ini saya berharap ada usulan,” pungkas Masduqi.

Perlu diketahui, bahwa kegiatan workshop ini merupakan, tindak lanjut dari rangkaian kegiatan Bekraf dan anggota Komisi X DPR RI, Suryo Alam, di Kabupaten Jombang, yang sudah berlangsung, hingga tiga kali.(elo)