Debat Seru Kasus Sengketa Lahan Sekolah (YPI) Sunan Drajat Sugio Dalam Persidangan PN Lamongan, Mana Yang Benar?

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Rebutan lahan sekolah yang menjadi sengketa antara pemilik Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sunan Drajat dengan MWC NU Sugio selama ini sudah memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Lamongan, Jawa Timur. Pada sidang terakhir, pihak PN Lamongan memanggil sejumlah saksi dari pihak Yayasan untuk bersaksi dalam persidangan.

Kasus gugatan MWC NU Sugio yang mengatas namakan PBNU berlanjut di persidangan, yang bertempat dalam ruang sidang Candra Pengadilan Negeri Lamongan. Agenda kali ini PN Lamongan menghadirkan sejumlah saksi dari tergugat.

Sementara kasus gugat menggugat yang melibatkan sua kubu antara Yayasan Sunan Drajat Sugio selaku tergugat, dan pihak penggugat MWC NU Sugio versi PCNU Babat sidang dengan agenda keterangan saksi dari tergugat yang dipimpin oleh Majelis Hakim Nova Flora Bunda, dengan menghadirkan empat saksi diantaranya Ketua PCNU Lamongan Kyai Bi’in Abdusalam, Ketua Lembaga Ma’arif Lamongan Husein, serta Hadi Mustofa selaku pembina Yayasan Pendidikan 45 Kedungpring.

Menurut Humas PN Lamongan Ery Acoka Bharata menjelaskan, jika sidang kali ini masih seputar keterangan saksi-saksi. Sidang pu sementara akan ditunda dan dilanjut minggu ini dengan agenda yang sama namun pihaknya menghadirkan sejumlah saksi dari kedua belah pihak.

“Kasus ini sudah masuk tahap sidang beberapa kali. Kali ini hanya memanggil saksi dari pihak tergugat kemudian dilanjut sidang berikutnya minggu ini kami menghadirkan saksi dari kedua belah pihak,” jelasnya.

Usai persidangan berlangsung, dari pihak tergugat Kurniawan Muhammad memberi keterangan kesejumlah awak media meyakini bahwa, tanah yang dikuasai selama ini adalah milik Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sunan Drajat Sugio.

“Hal ini bisa dikuatkan dengan bukti autentik berupa akta jual beli tanah yang dibelinya pada tahun 1987,” tegas salah satu pemilik yayasan.

Sementara, dari pihak penggugat Abdul Rokim membantah jika tanah yang dikuasai yayasan Sunan Drajat saat ini sebagai lembaga pendidikan milik NU. Pihaknya mengakui lahan tersebut dibeli dari warga NU yang pada saat itu hasil dari urunan, yang kemudian disertifikatkan atas kepemilikikan NU.

“Pada waktu itu lahan kami beli dari warga NU juga. Kemudian sudah disertifikatkan kepemilikan NU,” ungkap Rokim.

Kasus sengketa di yayasan pendidikkan Sunan Drajat Sugio ini sebelumnya pernah mencuat, yakni pihak penggugat pernah melakukan penyegelan gerbang sekolah, yang mengakibatkan proses belajar mengajar siswa terganggu.

Ditambah saat itu para siswa sedang dalam masa ujian, sehingga dalam kasus ini para siswa ikut menjadi korban akibat perseteruan dua kubu yang ingin menguasai Yayasan Pendidikkan Sunan Drajat Sugio.

Jurnalis : Omdik/ Ferry/ Bisri
Editor : Arso
Sumber : Kanal Lamongan