Menuntut Hak-Haknya, Buruh Pabrik Sepatu dan Sandal di Jombang Mogok Kerja

sejumlah buruh dari PT Pradipta Perkasa Makmur, saat melakukan aksi di depan pabrik

JOMBANG, KANALINDONESIA. COM:  :Ratusan pekerja pabrik sepatu dan sandal, di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa. Unjuk rasa ini dipicu adanya, permintaan gaji oleh semua buruh.

Selain meminta gaji dinaikkan, sejumlah buruh kontrak harian lepas ini, meminta agar statusnya di perjelas, sehingga mendapatkan hak-hak nya, termasuk tunjangan hari raya (THR), maupun pelayanan jaminan kesehatan.

“Tuntutannya minta gaji sesuai UMK, THR, Jamsostek BPJS,” ujar salah satu pekeraj yang melakukan unjuk rasa, Safii Sulaiman (27), pada sejumlah jurnalis, Selasa (25/9/2018).

Masih menurut penjelasan Safii, sejak bekerja di perusahaan produksi sendal dan sepatu tersebut, para pekerja tak pernah diberi jaminan kesehetan sama sekali. Bahkan, pekerja yang berjumlah lebih dari 750 orang ini meminta kenaikan THR.

“Ya dikasi tapi tidak sesuai, ada yang 50 ribu ada juga yang 75 ribu. Ya yang dikasi THR semua menyeluruh,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mita (28), salah satu pekerja yang sudah bekerja selama 4 tahun, meminta agar gaji mereka bisa disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, yakni sesuai dengan UU nomor 13 tahun 2003, tentang ketenagakerjaan.

“Satu kita minta gaji UMR, kami digaji 60 ribu, kalau magang selanjutnya 71 ribu sesuai dengan jangka waktunya. Selain itu kita minta agar ada Jamsostek BPJS, dan THR,” kata Mita.

Ratusan pendemo ini mengancam jika tuntutannya tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan, maka pekerja akan melakukan mogok kerja.

Meski sudah menunggu lama, nampaknya aksi yang dilakukan oleh pekerja belum mendapatkan respon dari pihak perusahaan. Bahkan pihak perusahaan enggan menemui perwakilan pekerja.
Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Pradipta Perkasa Makmur. Tampak dilokasi sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Mojoagung, melakukan pengamanan yang ketat, agar proses penyampaian aspirasi pekerja ini berjalan damai.(elo)