Pemanfaatan Cukai Rokok Untuk BPJS, GMNI Jombang Anggap Pemerintah Gadaikan Nasib Petani Tembakau

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Puluhan aktifis mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jombang, gelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Jombang. Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa ini berkaitan dengan kondisi defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Mahasiswa ini menyoal dana pembagian hasil cukai rokok, yang digunakan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, yang tertuang pada Perpres No 82 Tahun 2018. Menurut salah satu kordinator aksi, Sadan (25), kebijakan pemerintah ini tidaklah bijaksana.

Petani tembakau yang saat ini kondisinya memprihatinkan, justru digunakan sebagai alat oleh pemerintah sebagai tumbal, untuk menutupi defisit keuangan di BPJS.

“Pemerintah telah memelaratkan petani tembakau demi membayar tunggakan BPJS. Petani tembakau sudah digadaikan oleh pemerintah, demi menambal utang BPJS,” tegas Sadan, pada sejumlah jurnalis, Rabu, (26/9/2018).

Aksi unjuk rasa mahasiswa itu, disambut oleh anggota Komisi A DPRD Jombang, Puspita Dewi. Selanjutnya, perwakilan massa aksi, melakukan dialog bersama anggota Komisi A DPRD Jombang di ruang Komisi A.

“Nasib petani tembakau di jombang memang harus ada perhatian khusus pemerintah daerah kabupaten jombang,” tandas Dewi.

Masih menurut penjelasan anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat ini, juga mengakui bahwa kondisi petani di Jombang cukup memprihatinkan dan butuh diperhatikan. Terlebih lagi, lanjut Dewi, hasil panen tembakau tidak sesuai dengan modal pertanian yang sudah dihabiskan oleh para petani tembakau di Jombang.

“Petani yang sudah modalnya itu Rp 20 juta dikeluarkan, ternyata pada saat panen itu, justru panennya lebih sedikit. Tentunya Rp 10 juta. Nah ini oersoalan khusus prioritas yang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Usai melakukan dialog, anggota komisi A tersebut, berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa. Dan pihaknya juga akan mendorong pemerintah untuk memfasilitasi petani tembakau.
“Pemerintah harus memberikan fasilitas agar tembakau bisa terjual mahal, tidak seperti sekarang ini,” pungkas Dewi.

Usai melakukan aksi, dan berdalog dengan anggota DPRD Jombang, mahasiswa ini membubarkan diri, dan kembali ke kampus mereka masing-masing.(elo)