Diduga Saling Klaim Kepemilikan Tanah, Warga Nekat Bangun Tembok di Depan Pintu Rumah Tetangga

tembok yang dibangun di depan pintu keluar rumah Siti

JOMBANG, KANALINDONESIA. COM: Diduga karena sengketa tanah dan saling klaim atas kepemilikan sebidang tanah, hubungan dua tetangga tak harmonis. Peristiwa ini terjadi di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur.

Kedua tetangga yang bersengketa dan saling klaim kepemilikan tanah itu yakni, Siti Kotijah (35), dan Seger (61). Seger mengklaim, sebidang tanah yang ada di depan rumah Khadijah adalah miliknya. Pasalnya, surat pembayaran pajak tanah tersebut atas nama Seger.

Demikian halnya dengan Siti, pihaknya mengaku bahwa tanah tersebut merupakan warisan dari orangtuanya. Karena, leter C yang di kantor desa masih bernama Musiah. Dan tanah tersebut dibeli orang tuanya dari Musiah.

Karena saling klaim itulah, hubungan dua tetangga itu tak harmonis. Tidak hanya di situ, keduanya pun sering terlibat adu mulut. Hubungan tidak harmonis antara Seger dan Siti Kotijah, berlangsung lama. Namun puncaknya terjadi pada tanggal 10 Februari 2018.

Perselisihan antara kedua tetangga itu memuncak. Saat, Siti sedang mencuci kendaraan. Akan tetapi air cucian tersebut mengalir hingga ke pekarangan tetangga. Geram dengan ulah Siti, akhirnya Seger nekat membangun pagar tembok di sepanjang tanah yang di klaim miliknya.

“Saya sering diolok-olok sebagai maling. Saya tersinggung. Awalnya, saya sabar. Tapi tidak kuat juga. Akhirnya saya bangun tembok setinggi satu meter di depan pintu rumah itu,” ujar Seger.

Otomatis, pembangunan tembok yang dilakukan seger berdampak pada Siti. Atas pembangunan tembok itu, Siti merasa kelimpungan karena tidak punya akses jalan jika ingin keluar rumah. Bahkan, untuk tetap bisa melakukan aktivitasnya, Siti harus melompati tembok tersebut.
Merasa tak tega dengan kondisi yang dialami Siti. Eko, kakak kandung Siti, menjebol tembok dapurnya untuk memberi akses jalan. Melalui jalan darurat itulah Siti melakukan aktifitas.

“Untungnya tembok dapur milik kakak saya dijebol untuk jalan. Jadi, sekarang saya lewat pintu tersebut jika keluar rumah,” kata Siti, kepada sejumlah jurnalis, Kamis (27/9/2018).

Atas adanya polemik sengketa tanah inilah, akhirnya Siti berinisiatif meminta pihak desa untuk melakukan mediasi meski belum ada titik temu. (elo)