Merasa Bayar Pajak Tanah, Seger Mau Bongkar Tembok dengan Sejumlah Persyaratan

tembok yang dibangun di depan pintu keluar rumah Siti

JOMBANG, KANALINDONESIA. COM: :Polemik saling klaim kepemilikan tanah antara Seger (61) dan Siti Kotijah (35), warga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang, yang berujung pada pembangunan tembok di depan pintu masuk rumah Siti, oleh Seger, nampaknya sedikit menemui jalan terang.

Seger yang mengklaim membayar pajak tanah tersebut bersedia membongkar tembok sepanjang 5 meter yang menutupi pintu rumah Siti . Namun, kemauan Seger tersebut memiliki persyaratan khusus.
Salah satu persayaratan yang diinginkan Seger yakni, pihak keluarga Siti, berjanji tidak akan mengolok-olok Seger dengan sebutan maling.

“Itu harus ada pernyataan tertulis. Kalau mereka tidak mau membuat pernyataan, tembok tersebut tidak akan saya bongkar,” kata Seger, pada sejumlah jurnalis, Kamis (27/9/2018).

Masih menurut penjelasan Seger, pihaknya tidak akan membongkar seluruh tembok yang panjangnya sekitar lima meter itu. Namun pihaknya akan membongkar tembok yang berada tepat di depan rumah Siti.

“Ya seukuran untuk keluar masuk. Itu pun kalau mereka (red : Keluarag Siti) mau membuat pernyataan tidak lagi mengolok-olok saya,” ungkapnya.

Meski keduanya belum tentu sepakat, polemik saling klaim kepemilikan tanah yang berujung pembangunan tembok, yang menutup akses pintu rumah, ini sampai pada telinga orang nomor dua di Jombang.

Pada sejumlah jurnalis, Wakl Bupati (Wabup) Jombang, Sumrambah, mengaku sudah mendengar polemik tersebut. Namun pihaknya kini masih terus mendalami persoalan saling klaim dan berbuntut pembangunan tembok, yang tepat di depan pintu warga.

“Kita ingin semua permasalahan di masyarakat bisa terselesaikan dengan baik. Artinya, kita akan mencoba memediasi, pihak-pihak terkait,” ujar Sumrambah, Kamis (27/9/2018).

Lanjut Sumrambah, pemerintah tidak akan bisa masuk lebih jauh, jika memang permasalahan tersebut sangat personal antar tetangga. “Makanya kita akan pelajari dulu, seperti apa masalah itu,” tukas Sumrambah.

Seperti diberitakan sebelumnya, diduga saling klaim kepemilikan tanah, warga nekat bangun tembok di depan pintu rumah tetangga. Otomatis, pembangunan tembok yang dilakukan Seger berdampak pada Siti. Atas pembangunan tembok itu, Siti merasa kelimpungan karena tidak punya akses jalan jika ingin keluar rumah.
Dari data yang dihimpun redaksi, polemik kedua warga Desa Sudimoro tersebut, rencananya besok pihak pemerintah Desa akan melakukan mediasi di kantor Desa setempat.(elo)