Pancasila dan Integrasi Bangsa

Oleh : Subadianto, Ketua Fraksi PAS DPRD Kab. Trenggalek

Agar ada ketersambungan sejarah perjuangan bangsa dari masa ke masa, generasi bangsa saat ini, terutama generasi mudanya, sangat penting mempelajari dan memahami sejarah bangsa, sekaligus untuk mengokohkan nasionalisme dan patriotisme melalui pemaknaan atas peristiwa sejarah bangsa. Bahwa bangsa ini dibangun dengan pengorbanan yang begitu besar dari para pahlawan dan generasi sebelumnya. Setelah mempelajari sejarah perjuangan bangsa diharapkan bisa menghargai lalu mewarisi semangat dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan.

Momentum peristiwa sejarah kelam pengkhianatan G30S/PKI mengingatkan rakyat Indonesia agar lebih mencintai Pancasila dan NKRI, mengamalkan nilai-nilainya secara konsekuen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di samping itu juga agar kita tetap waspada terhadap segala upaya yang ingin memecah belah bangsa. Semua bentuk pengkhianatan dan ancaman terhadap Pancasila dan NKRI di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Jangan mau di adu domba, sebaliknya terus jalin persatuan dan kesatuan dengan sesama komponen bangsa. Cukup peristiwa itu terjadi di masa lalu dan jangan pernah terulang di masa kini. Kita tetap waspada dan terus menjalin persatuan dan kesatuan dengan sesama komponen bangsa utamanya dengan pemerintah dan aparat pertahanan dan keamanan .

Pancasila sesungguhnya adalah temuan akan nilai-nilai  bersama yang diyakini oleh seluruh rakyat Indonesia.  Nilai-nilai bersama yang berakar pada religiusitas dan semangat kebersamaan sebagai sebuah bangsa yang sangat beragam dan pluralitas . Sila pertama Pancasila itu mewakili religiusitas itu. Sila kedua sampai kelima ( kata kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan) adalah simpul kebersamaan yang mengikat keragaman  Bangsa Indonesia  yang religius, apapun agama yg dianutnya. Pancasila menjadi muara bukan saja bagi nilai-nilai bangsa kita tapi juga bagi berbagai aliran besar yang ada; Islam, nasionalisme dan sosialisme.