HIMMAH dan PEMUDA NW Dukung Jokowi Berantas Korupsi

Presiden Jokowi saat berkunjung ke Lombok, beberapa waktu lalu.

MATARAM, KENALINDONESIA: Upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) berantas korupsi terus mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai kalangan di berbagai daerah. Diantaranya dukungan datang dari Himpunan Mahasiswa Nahdaltul Wathan (Himmah NW) dan Pemuda NW, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui siaran pers yang diterima KANALINDONESA. COM, Jum’at (28/9/2018), Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda NW NTB Moh. Fihiruddin menegaskan bahwa kegigihan Presiden Jokowi dalam memberantas kasus korupsi selama ini patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya semua kalangan.

Sebab selama ini, menurut dia, Presiden tidak pernah mengintervensi aparat penegak hukum seperti KPK yang terus melakukan penindakan maupun OTT kepada pejabat yang melakukan penjarahan uang rakyat.

“Kami Pemuda NW NTB sangat mendukungan upaya pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu, siapapun itu,” ucapnya.

“Silahkan penegak hukum dalam hal ini KPK menjalankan tupoksinya. Kalau dianggap salah di mata hukum proses dan jangan takut. Jadikan sebagai tersangka dan tahan,” sambung Moh. Fihiruddin.

Pria yang akrab disapa Pihir ini pun meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang berjalan, jangan karena hanya sikap yang fanatik semata lalu mencoba menekan dengan mengancam penegak hukum.

“Itu (sikap fanatik) tidak baik. Di mata hukum semua sama statusnya, tidak boleh dibedakan agar supremasi hukum di negara kita ini bisa berdiri tegak membela kepentingan kebenaran,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah Himmah NW NTB, Syamsuriadi, bahwa siapapun itu, kalau salah dan melanggar hukum kita tetap bilang salah. Untuk itu, percayakan kepada penegak hukum untuk melaksanakan tugasnya.

“Kalau penegak hukum mengada-ada dan bermain dengan hukum, maka kami dari mahasiswa NW tidak segan untuk menentangnya, namun jika penegak hukum berjalan sesuai dengan relnya kami juga paling depan mendukung penegakan hukum itu,” tandasnya.

Soal adanya tekanan-tekanan dari pihak tertentu, Syamsu, meminta pemerintahan Jokowi jangan gentar, tapi terus bekerja demi pengakan hukum yang adil untuk kesejahteraan rakyat.

“Saya kira Pak Jokowi hingga saat ini masih konsisten dalam pemberantasan korupsi. Ini bisa kita lihat banyak pejabat baik di eksekutif maupun legislatif yang ditangkap KPK atau penegak hukum lainnya diproses dan dijebloskan ke penjara, Presiden tidak pernah ikut campur,” pungkasnya. (idam)