Mediasi Berjalan Alot, Seger Akhirnya Ikhlas Berikan Akses Jalan untuk Siti

tembok yang dibangun seger akhirnya di bongkar untuk jalan akses Siti

JOMBANG, KANALINDONESIA. COM:  :Polemik saling klaim kepemilikan tanah antara, Siti Kotijah (35), dan Seger (61, warga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, akhirnya menemukan jalan terang.
Melalui mediasi yang alot. Akhirnya Seger, dengan ikhlas merelakan temboknya dibongkar, sesuai dengan ukuran pintu rumah, agar Siti bisa mepunyai akses jalan keluar yang lebih lebar.

Mediasi antara pihak-pihak terkait ini dilakukan di kantor Desa Sudimoro, yang dihadiri oleh unsur Forum pimpinan kecamatan (Forpimcam). Walaupun Siti tak mau hadir dalam mediasi tersebut, Seger akhirnya mau temboknya di bongkar tanpa syarat apapun.

“Itu sudah saya mediasi dengan Camat, Kapolsek dan Danramil, kenyataannya itu boleh dengan Pak Seger, untuk pagarnya dibongkar, cuman hanya 1,5 meter,” ujar kepala Desa Sudimoro, Makmun Efendi, pada sejumlah jurnalis, Jumat (28/9/2018).

Masih menurut Makmun, sesuai dengan jadwal ini tadi pihak Desa akan menghadirkan Siti Kotijah, dalam forum mediasi, namun sungguh disayangkan, pihak keluarga Siti, tidak berkenan hadir dan berdalih bahwa masalah tembok pagar itu sudah Siti limpahkan ke kuasa hukumnya.

“Ini tadi kenyataannya setelah kita datangkan Ibu Siti, gak mau. Alasannya sekarang sudah ditangan pengacara. Kalau di damping pengacara baru mau,” ungkap Makmun.

Saat ditanya apa penyebab utama dari munculnya polemik antara Seger dan Siti, Makmun menuturkan bahwa sebenarnya yang menjadi masalah kedua warganya itu, yakni status kepemilikan tanah, yang sampai hari ini sudah masuk berkasnya ke PN Jombang.

“Yang dulu soal pagar, sekarang masalahnya bukan pager tembok lagi,” terang Makmun.

Ditanya lebih lanjut, mengenai status tanah milik siapakah pagar tembok yang dianggap menutup akses jalan rumah Siti, itu dibangun. Kades Makmun, menuturkan bahwa memang secara sah, pagar tersebut berdiri di atas tanah Seger.

“Oh itu pagarnya masuk di tanah Pak Seger,” tegas Makmun.

Melalui mediasi yang lama, akhirnya Seger, bersedia membongkar pagar rumahnya seluas 1,5 meter. Namun demikian Seger meminta pada pihak Polsek dan Camat agar, lebih bisa memberikan jaminan keamanan dirinya, termasuk Kepala Desa Sudimoro.

Hal ini dikarenakan, Seger dan keluarga masih merasa trauma, dengan caci maki yang dilontarkan oleh Siti dan keluarganya.

Pasalnya, sejak dulu Seger sudah berusaha bersabar menahan caci maki serta olok-olok dari Siti dan saudaranya.

Bahkan, Seger sempat melaporkan pelecehan secara verbal itu, pada pihak Polisi, namun tidak ada respon. Sehingga, Seger yang sudah tidak tahan lagi dilecehkan secara verbal, oleh Siti serta saudaranya itu, nekat membangun tembok pagar tersebut. Dan akhirnya berita penutupan akses jalan rumah Siti, ini menjadi viral.(elo)