Bupati Emil Dardak : Pancasila Terus Hidup sebagai Akar Falsafah Bangsa

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Setiap tanggal 1 Oktober, seluruh bangsa Indonesia tengah memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila adalah memperingati sebuah peristiwa pemberontakan G30 S PKI, tepatnya tanggal 30 September 1965. Hari ini, tepatnya Senin (01/10/2018), jajaran Pemerintahan Kabupaten Trenggalek memperingati hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara di Alun – Alun Kabupaten Trenggalek.

Bertindak selaku inspektur upcara adalah Bupati Trenggalek Emil Elestianto, perwira upacara Kapten Arh. Djaidi dan komandan upacara Kapten Inf Pardol dari Kodim 0806 Trenggalek.

Turut hadir pula dalam upacara tersebut jajaran Forkopimda diantaranya Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Ketua DPRD Samsul Arifin, ketua BNNK AKBP Akik Subki, dan kepala OPD se-Kabupaten Trenggalek.

Prosesi upacara hari kesaktian Pancasila yang juga digelar serentak di Indonesia ini, di awali dengan persembahan lagu-lagu perjuangan, mengheningkan cipta , pembacaan Pancasila dan UU 1945 serta pembacaan naskah ikrar kesetiaan kepada Pancasila oleh Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Samsul Anam.

Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak mengungkapkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momen untuk merefresh kembali tentang sejarah bangsa Indonesia. Meskipun berkali-kali ada upaya mengganti, Pancasila tetap berdiri tegak sebagai dasar dan falsafah negara Indonesia.

“Salah satu dari 4 Pilar Kebangsaan ini adalah Pancasila. Wajib kita pegang teguh dan jangan sekali-kali memberi ruang bagi ideologi lain yang ingin mengganti Pancasila, ” ucap Emil saat ditemui usai upacara.

Pihaknya juga mengajak segenap komponen masyarakat Trenggalek khususnya generasi milenial untuk bersama-sama bersinergi dan bersatu padu untuk membangun negeri sesuai dengan tema yang diambil yakni Pancasila sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa.

“Disini kita juga berbagi ungkapan untuk mengingatkan kepada yang lai agar tetap mencintai tanah air dengan sepenuh hati. Dan jangan biarkan oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab merusak persatuan kita, ” tandasnya.

Masih terang Emil, Kesaktian Pancasila tidak memerlukan hal – hal yang sifatnya formal, seperti penerbitan SK ataupun peringatan – peringatan. Pancasila sebagai nilai yang sudah hidup ratusan tahun, sudah mengakar dalam jiwa bangsa Indonesia.

Di era saat ini, kesadaran masyarakat akan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupannya sudah sangat baik. Hal tersebut terbukti seperti menjaga kebersamaan, prinsip – prinsip nilai kebenaran dan keadilan.

“Oleh karena itu Pancasila dibiarkan tanpa ada perhatian yang serius dari negara. Dan disaat itulah, muncul keunikan dari bangsa Indonesia ini yaitu nilai – nilai Pancasila yang terus hidup sebagai akar falsafah bangsa, ” pungkas Emil. (mil/ham)