Siswa MI Al-Khoiriyah Sidodowo Modo Lamongan Gelar Shalat Gaib Guna Mendoakan Keselamatan Korban di Donggala dan Palu

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Musibah Bencana Gempa di Donggala dan Tsunami di Palu Sulawesi Tengah ternyata menyisakan banyak duka yang mendalam bagi masyarakat diseluruh Indonesia. Salah satu duka itu datang dari siswa dan para guru MI Al-Khoiriyah di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Lamongan, Jawa Timur.

Rasa simpatik tersebut diutarakan melalui berbagai kegiatan keagamaan mulai shalat gaib dan doa yang dilakukan ratusan siswa bersama guru MI Al-Khoiriyah Sidodowo, Senin (1/10/2018) dimesjid halaman sekolah.

Kegiatan ini langsung dipimpin  Kepala Sekolah MI Al-Khoiriyah Muhammad Romli, kemudian imam shalat oleh Petugas Satlantas Polres Lamongan Bripka poernomo yang diikuti ratusan siswa putra-putri.

Saat pelaksanaan shalat gaib tampak para siswa dan guru sangat khusuk hingga pelaksanaan doa bersama.

Menurut Badri salah satu siswa, kegiatan ini bertujuan meningkatkan ilmu pengetahuan siswa terhadap sikap kepedulian sesama manusia. Dan juga bisa menanamkan jiwa sosial terutama kepedulian kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Sementara Kepala Sekolah MI Al-Khoiriyah Muhammad Romli menjelaskan, shalat dan doa bersama ditujukan kepada korban bencana gempa dan tsunami agar di beri kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah yang terjadi.

“Kami segenap guru, pengurus dan siswa melaksanakan doa bersama demi mendoakan yang terbaik untuk saudara kita yang lagi tertimpa musibah. Bagi korban yang meninggal semoga amal ibadahnya dapat diterima, dan diampuni segala dosanya,” jelasnya.

Adapun, kegiatan shalat gaib dan doa bersama ini memang sudah menjadi rutinitas siswa dan guru MI Al-Khoiriyah setiap ada peristiwa bencana yang sedang melanda daerah-daerah di tanah air.

“Rasa kepedulian kami di sekolah ini cukup besar. Dan kami sebagai guru berupaya mengajarkan siswa untuk selalu peduli dengan siapa pun,” tambah Romli.

Diharapkan adanya suport pihak sekolah, semoga para korban gempa dan tsunami Donggala dan Palu bisa melewati hari-harinya dengan sabar dan ikhlas. Kemudian para korban juga dapat menata kembali kehidupannya dan mampu melawan rasa trauma yang berlebihan.

 

Jurnalis : Omdik/ Ferry/ Bisri

Editor     : Arso