Polres dan BPBD Kabupaten Pacitan Gelar Antisipasi Gempa dan Tsunami

PACITAN,  KANALINDONESIA.COM: Kepolisian Resort Pacitan bersama BPBD, mengelar Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang bertempat di halaman Mapolres Pacitan,Rabu (3/10/2018) pagi.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan kewaspadaan yang terjadi di Palu dan Donggala pada kemarin lusa. Kegiatan ini digelar oleh Polres Pacitan dan bekerja sama dengan BPBD yang diikuti ratusan personil Sabara dan seluruh jajaran Polres Pacitan.

” kegiatan simulasi ini bertujuan untuk mengantisipasi jika terjadi bencana gempa dan Stunami seperti di Palu dan Donggala kemarin lusa,”‘ jelas Kompol Sukoco Kabagops Polres Pacitan.

Ia menambahkan, karena wilayah kabupaten pacitan ini termasuk zona merah rawan gempa ” jadi kita adakan kegiatan simulasi ” jika sewaktu-waktu telah terjadi gempa, maka seluruh jajaran diharap keluar dan langsung memberikan pertolongan dan pengamanan kepada masyarakat,” ulas Sukoco.

Selain itu, masih menurutnya ” kapolres sebagai pimpinan kami juga mengharapkan agar Polres segera mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat khususnya penduduk di wilayah pesisir pantai yang ada diPacitan,” ulas Sukoco.

Kapolres Pacitan AKBP Setyo Koes Heriyatno, juga berpesan kepada masyarakat Pacitan ” jangan mudah terpancing isyu-isyu yang berada dimedsos, seperti yang baru beredar dibeberapa medsos dan di group medsos ” bahwa dipacitan diprediksi akan mengalami gempa 9,7 skala ricther. Hal itu jangan percaya dahulu, tanyakan dahulu kepada yang berwenang BPBD atau BMKG ” apakah benar berita atau isyu tersebut,” ungkap Kapolres.

Sementara Pujiono Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Pacitan , menyampaikan ” terkait dengan kegiatan simulasi di Polres Pacitan ini, kita BPBD diminta sebagai narasumber untuk antisipasi jika terjadi gempa dan Stunami ” apa yang harus dilakukan dan harus bagaimana dalam pengamanannya,” itu yang disampaikan Pujiono.

Adanya simulasi ini, karena wilayah Pacitan termasuk zona merah ( ring of fire ) cincin api pacifik. Maka dari itu adanya simulasi, bagaimana kita harus mengantisipasi terjadinya banyak korban ” minimal kita meminalisir banyaknya korban jima terjadi bencana gempa dan Stunami seperti yang terjadi di Palu dan Donggala kemarin,” ungkapnya.

” bukan hanya pacitan saja yang masuk zona merah, akan tetapi dari wilayah Aceh sampai Irian Jaya termasuk Ring Of Fire. Jadi kita tidak tahu kapan akan terjadi gempa dan Stunami “secanggih apapun alat itu tidak bisa memprediksi kapan akan terjadi gempa dan Stunami,” pungkasnya.(Bc)