Pemda Anggarkan 1,2 M Untuk  Armada Pengakutan Limbah Bangunan

Puing-puing bekas reruntuhan rumah warga pasca gempa, yang belum diangkut di desa Taniga, kecamatan Tanjung, Rabu (3/10/2018).

TANJUNG,KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Lombok Utara sudah ada kesimpulan untuk atasi persoalan limbah bangunan masyarakat pasca bencana gempa. Melalui dana APBD Perubahan 2018, Pemda siapkan anggaran sebesar 1,2 milliar untuk mengerahkan armada pengangkut pengankut puing-puing bangunan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman Lombok Utara, H. Rusdi, Rabu (3/10/2018) menjelaskan, pihaknya sudah siap bergerak melakukan pembersihan. Namun hal ini tergantung kesiapan warga untuk membuat kelompok yang dikoordinir oleh Camat dan Desa.

“Camat kita minta untuk berkoordinasi ke desa supaya Kades mengarahkan warga buat kelompok,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, setelah kelompok terbentuk, tinggal kesiapan kelompok masyarakat untuk bergotong royong mengangkut puing-puing tersebut. DLH tinggal mengerahkan armada pengangkutnya untuk membuang puing-puing ke titik yang ditentukan. Proses pembersihan lingkungan ini akan dilakukan hingga puing terangkut semuanya.

Lanjutnya, untuk armadanya, akan disiapkan pemerintah untuk mengangkut puing-puing sekitar 1.000 angkut, dengan perkiraan biaya perangkutanya sebesar Rp 250 ribu. Pembersihan ini dilakukan secara paralel di dusun-dusun pada hari yang sama.

“Ketika warga bergerak, secara bersamaan kita siap. Armada kita carikan, dari pada lama-lama menganggur,” imbuhnya.

Di singgung, Sampai kapan proses pembersihan puing-puing selesai. Dirinya belum dapat memastikan kapan waktu tersebut bisa selesai. Sebab aksi pembersihan ini, yang akan menentukan cepat lambatnya proses rehabilitasi adalah warga. Hal  ini tergantung kesiapan kelompok masyarakatnya yang bergerak.

Rusdi perkirakan, di satu dusun akan dikawal satu atau dua armada pengangkut. Setelah selesai di satu dusun armada tersebut akan dialihkan ke titik dusun lainnya lagi.

“Kita akan hitung perangkutanya nanti sampai puing bersih, dan satu dusun berapa kali angkut belum bisa kita hitung,” pungkasnya.

Tambahnya, untuk titik-titik pembuangan puing, Rusdi mengaku akan menyisir  lahan milik warga, dengan kepastian lahan tersebut sudah memiliki kepastian izin pembuangan sementara. (Idam)

 

Area lampiran