Raskin Ditengarai Tak Tepat Sasaran, Warga Desa Pademawu Barat Pamekasan Luruk Kantor Desa

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM: Sejumlah Warga Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis 04, Oktober 2018, Ngeluruk Kantor Desa Setempat mempersoalkan pembagian beras untuk warga miskin (Raskin) yang diberikan pemerintah itu ditengarai tidak tepat sasaran.

Hairuddin, Salah seorang Tokoh Pemuda Warga Desa setempat yang memelopori kegiatan tersebut mamengatakan, bahwa persoalan itu sangat merugikan masyarakat miskin yang benar-benar berhak mendapatkan beras bantuan dari pemerintah tersebut.

Ia menegaskan, bahwa realisasi raskin yang ditengarai tidak tepat sasaran itu dikarenakan di desanya banyak penerima raskin sebagian dari warga mampu dalam segi ekonomi, dan warga yang benar-benar miskin justru tidak terdaftar sebagai penerima.

“Kami meminta Pemkab Pamekasan agar daftar penerima raskin dilakukan evaluasi atau didata ulang. Selama ini data yang dimiliki pengurus RT tidak sesuai dengan kondisi warga yang sebenarnya, ungkap salah satu warga Desa Pademawu Barat , Hairuddin kepada wartawan, Kamis (04/10).

Hal senada juga ditegaskan oleh Zaini Wer-wer Warga Desa Setempat. Pasalnya, pembagian raskin yang tidak tepat sasaran itu telah menyebabkan keresahan pada warga yang benar-benar miskin.

“Ea bagi kami masyarakat miskin yang betul-betul berhak memang merasa sangat dirugikan dan terkesan tidak di pedulikan. Sebab mereka yang dapat jatah justru malah banyak dari kalangan masyarakat yang lebih mampu dari kami yang melarat,” Tegas Zeini Werwer.

Sementara itu, Kepala Desa Pademawu Barat mengatakan, keresahan warga miskin terkait pembagian raskin yang ditengarai tidak tepat sasaran tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Desa Pademawu Barat saja. Namun, juga pada warga miskin di seluruh wilayah Kabupaten Pamekasan dan bahkan di seluruh Indonesia.

Sebab, pendataan penerima raskin itu dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dan pihak kecamatan hanya menerima daftar penerima raskin.

“Kami tidak berani mengubah daftar nama penerima raskin, karena itu kewenangan BPS,” tuturnya.

Sementara M Sahrul, Selaku ketua BPD mengaku, bisa dipastikan jika setiap tahun akan terjadi perubahan tingkat perekonomian di tingkat masyarakat.

Sebelumnya, ketika didata mereka masuk kategori miskin, tapi setahun kemudian status ekonomi mereka masuk pada pra sejahtera, dan ada juga yang masuk pada masyarakat sejahtera. Sementara, perubahan status ekonomi masyarakat tersebut,

“Sebelumnya bisa saja mereka tercatat sebagai warga miskin, beberapa tahun kemudian meningkat statusnya menjadi masyarakat pra sejahtera dan sejahtera,” Ungkap M. Sahrul, Ketua BPD Desa Pademawu Barat. (Nang/Ifa).