Tingkatkan Perekonomian Desa, Lapindo Gelar Pelatihan Olahan Tempe di Kesamben

suasana pelatihan warga Desa Blimbing

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Guna tingkatkan ekonomi kreatif di kalangan kaum perempuan, di wilayah Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Jombang, PT. Lapindo Brantas Inc bersama komunitas UMKM Jombang menggelar pelatihan kewirausahan mengolah keripik tempe yang diselenggarakan di kantor balai Desa Blimbing,

Dominasi ibu-ibu yang hampir mencapai 45 peserta ini, rata-rata sudah berkecimpung dalam dunia usaha home industri pengolahan tempe.

Pelatihan diisi dengan beberapa materi tentang tata cara pemasaran dari produk yang dihasilkan. Selain materi, peserta pelatihan juga praktek langsung cara pengolahan kripik tempe menjadi produk siap jual.

Bukan hanya itu, peserta juga diberikan pemahaman soal bagaimana membangun branding sebuah produk, hingga menjalin komunikasi bisnis dalam strategi pengembangan.

“Di sini banyak home industri tempe. Jadi melalui pelatihan membuat kripik tempe, kami harap bisa menyuplai potensi produktivitas ekonomi kreatif desa yang sudah ada. Ini bagian dari komitmen kami, agar ke depan kesejahteraan ekonomi warga bisa berkembang secara berkelanjutan,” kata Fifin Fithriani, Humas Lapindo Brantas Inc, saat membuka acara, Kamis (4/10/2018).

Fifin juga menjelaskan bahwa sasaran pelatihan wirausaha ini adalah ibu-ibu hingga remaja khususnya perempuan. Skill dan pengetahuan kewirausahaan diharapkan berdampak secara langsung pada peningkatan produktivitas dan laju pemberdayaan ekonomi.

“Program ini merupakan wujud kepedulian Lapindo pada warga Desa Blimbing, khususnya para perempuan untuk menumbuhkan peluang berwirausaha. Ini bagian dari wahana transformasi pembentukan sumber daya manusia yang ada agar menjadi lebih kreatif, inovatif, kompetitif, serta memiliki visi dan misi,” tambah Fifin.

Selain membuka wawasan dan kreativitas para kaum ibu, pelatihan kripik tempe juga digelar untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah yang sudah ada.

Tak ayal, para perempuan dari empat dusun yang ikut hadir, sangat antusias karena pengembangan potensi yang sudah ada, dinilai cukup dibutuhkan.

“Wah sangat membantu, jadi kami bisa berkreasi. Kalau dulu jual tempe saja kini kami bisa jualan model lain, (red : kripik tempe), kan lumayan bisa menambah penghasilan,” kata Yulik Iswati, salah satu peserta.

Masih menurut Yulik, membuat kripik tempe merupakan pengalaman yang baru bagi ibu-ibu Desa Blimbing. Selama puluhan tahun olahan kedelai, biasanya hanya cukup dijadikan tempe saja tanpa ada varian lain.

“Ada juga susu kedelai, tapi kalau kripik ini kan baru. Mana tahu, skill ini bisa dikembangkan menjadi produk khas desa,” terang Yulik.

Sementara itu, Wakil ketua Association Bussiness Developtment Services Indonesia (ABDSI) Jawa Timur Sucipto, berharap agar ada kelanjutan dari pelatihan tersebut. Skill dari para pelaku usaha yang terlibat, akan bisa mendorong munculnya para pengusaha pemula maupun para pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.

“Pastinya setelah pelatihan ini, warga bisa langsung tancap gas, memproduksi kripik hasil dari pelatihannya. Toh bahan baku disini banyak,” harap Sucipto.

Lebih lanjut Sucipto mengatakan, prinsip dari berwirausaha adalah kreatif dan konsisten. Di era industri digital, ekonomi kreatif sangat berpotensi menjelma jadi tonggak ekonomi masa depan.

“Kalau ini terus dilakukan, bisa jadi Desa Blimbing menjadi ikon dari produk jajanan khas jombang yang berbahan dasar tempe. Perputaran ekonominya bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara luas,” pungkas Sucipto.(elo)