Ribuan Warga Rayakan Tasyakuran Hut TNI Ke-73 Bersama Para Pejabat Tinggi TNI – Polri

SEMARANG, KANALINDONESIA.COM: Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Gubernur Jateng  Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono beserta Panglima TNI, Kapolri dan Habib Luthfi bin Yahya makan kembulan bersama ribuan warga dalam tasyakuran HUT TNI Ke-73, di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Jumat (5/10/2018).

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto menuturkan makan kembulannya petinggi TNI-Polri dan pemuka agama dengan masyarakat menjadi simbol eratnya kaitan semua elemen bangsa.

“Makannya bareng dengan rakyat kembulan untuk menunjukkan gotong royong bareng-bareng sepenanggungan dan terasa betul jarak TNI dengan rakyat pendek, nyaris bersatu,” terangnya.

Menurutnya, HUT TNI Ke-73 di Jateng yang bersamaan dengan peringatan HUT Kodam IV/Diponegoro Ke-68 memang cukup istimewa. Terlebih dengan doa yang dihaturkan oleh seluruh pemuka agama.

“Hari ini luar biasa karena HUT TNI di Jateng dihadiri Panglima, Kapolri dan datang semuanya tokoh-tokoh agama dan sangat menarik. Karena habib Luthfi ketika memimpin doa pun doanya doa bersama menurut agama keyakinan masing-masing,” ujarnya.

Betapa rasa saling harga menghargai, lanjutnya, ditunjukkan sangat baik. Bahkan menunjukkan HUT TNI ini betul-betul ada relasi dengan masyarakat yang sangat cair.

Dalam acara tersebut, ribuan masyarakat memenuhi landasan pacu Lanumad Ahmad Yani dan dihadapan mereka berjejer Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, Habib Luthfi bin Yahya mengatakan alasan kenapa keterlibatan rakyat tidak bisa terpisahkan dari TNI-Polri pada HUT TNI ke-73 ini. Juga hadirnya pemuka seluruh agama yang duduk berjejer dengan Panglima, Kapolri dan Gubernur Jateng. Maka acara ini dilabeli Doa Bersama Persembahan Ibu Kandung (Rakyat) kepada Anak Tercinta (TNI-POLRI).

“Sejarah menunjukkan, pendiri bangsa ini tidak terlepas dari tokoh agama dan masyarakat yang melahirkan para patriot, satria, khususnya TNI-Polri yang tidak terlepas dari darah daging rakyat dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, Walaupun di bendera merah putih kita tidak tertulis satu huruf pun, tapi jika sudah ada tegak, itu menunjukkan harga diri, kehormatan kita. (Ndi)